HOME / Kampar

Uji Lab Ketiga Jadi Kunci, DPRD Kampar Tunda Rekomendasi Kasus Ikan Mati

Senin, 13 April 2026 | 14:54:00 WIB
Editor : Rinalti Oesman | Penulis : PE/Mol
Uji Lab Ketiga Jadi Kunci, DPRD Kampar Tunda Rekomendasi Kasus Ikan Mati - Pekanbaruexpress
Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPRD Kampar dengan unsur perusahaan, pemerintah daerah, serta perwakilan masyarakat dari wilayah terdampak., Senin (13/4/2026).

KAMPAR – Komisi IV DPRD Kabupaten Kampar  belum mengeluarkan rekomendasi masih menunggu hasil uji laboratorium ketiga untuk memastikan penyebab kematian puluhan ton ikan secara mendadak di wilayah hilir Sungai Kampar.

Ketua Komisi IV DPRD Kampar, Agus Risna, mengatakan hasil uji tersebut akan menjadi dasar utama dalam menentukan rekomendasi resmi, termasuk kemungkinan pemberian sanksi maupun kompensasi kepada masyarakat terdampak.

“Kami masih menunggu hasil laboratorium yang ketiga. Itu yang akan menjadi penentu. Setelah hasil keluar, baru bisa kita berikan rekomendasi yang akurat,” ujarnya saat memimpin rapat dengar pendapat (RDP), Senin (13/4/2026).

Baca :

RDP tersebut dihadiri unsur DPRD, pihak perusahaan, pemerintah daerah, serta perwakilan masyarakat dari wilayah terdampak.

Agus menegaskan, DPRD berkomitmen mengawal kasus ini hingga penyebabnya jelas dan masyarakat mendapatkan solusi atas kerugian yang dialami.

“Apapun kebutuhan masyarakat tentu akan kita dorong agar ada kejelasan dan penyelesaian,” tambahnya.

Baca :

Komisi IV juga berencana menggelar pertemuan lanjutan setelah hasil uji laboratorium diterima. Pertemuan itu akan melibatkan pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta tokoh masyarakat.

Berdasarkan data warga, kerugian akibat kejadian ini cukup besar. Di Desa Kota Garo, misalnya, 12 pemilik keramba mengalami kerugian akibat sekitar 6,5 ton ikan mati dengan nilai mencapai Rp462 juta. Jika dihitung secara keseluruhan, total kerugian di tiga desa diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Warga terdampak juga meminta perusahaan yang beroperasi di wilayah hulu Sungai Tapunh bertanggung jawab dan memberikan kompensasi.

Baca :

Salah seorang warga, Arman, menyebut ikan mulai mati secara tiba-tiba pada tengah malam.

“Sekitar jam 12 malam ikan mulai mati. Ikan baung semua mati. Awalnya tidak mau makan, lalu setelah hujan kondisinya makin parah,” katanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kampar, Refizal, menjelaskan bahwa pengambilan sampel air telah dilakukan sejak 4 Maret 2026. Namun hingga kini hasil uji laboratorium ketiga masih belum diterima.

Baca :

Ia mengungkapkan, terdapat delapan perusahaan di wilayah hulu dan dua pabrik di wilayah hilir yang menjadi perhatian dalam penelusuran penyebab kejadian. Selain itu, aktivitas peremajaan tanaman (replanting) oleh perusahaan perkebunan seluas sekitar 500 hektare di kawasan daerah aliran sungai juga ikut ditelaah.

Di sisi lain, pihak perusahaan masih menunggu hasil kajian resmi sebelum memberikan pernyataan lebih lanjut.

Humas PT Buana Wira Lestari (BWL), Agung, menyatakan belum ada kajian mendalam yang dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan penyebab kejadian.

Baca :

“Pada prinsipnya, sebelum ada kajian resmi, belum tepat jika kesimpulan diarahkan kepada perusahaan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihak perusahaan tetap menghormati aspirasi masyarakat dan siap mengikuti rekomendasi pemerintah daerah sesuai ketentuan yang berlaku.


Pilihan Editor
Berita Lainnya
nusantara
Prabowo Copot Dadan Hindayana, Begini Respons Mantan Kepala BGN
Rabu, 3 Juni 2026 | 08:32:35 WIB
pasar
Mulai Besok, Ekspor Batubara Wajib Lapor ke Danantara
Minggu, 31 Mei 2026 | 19:55:18 WIB
Pasar
Wajah

Artikel Popular
politikus
Jazuli: Nilai Undang Undang Pemilu Perlu Revisi
Jazuli: Nilai Undang Undang Pemilu Perlu...
Jumat, 3 Januari 2025 | 16:30:00 WIB
Politik
Riau dan Gagalnya Mimpi Wisata
Riau dan Gagalnya Mimpi Wisata
Senin, 5 Mei 2025 | 11:59:34 WIB
Tradisi Unik yang Penuh Makna dan Keseruan
Tradisi Unik yang Penuh Makna dan Keseruan
Minggu, 16 Maret 2025 | 10:04:32 WIB
Bali Destinasi Wisata Nomor Satu di Asia-Pasifik
Bali Destinasi Wisata Nomor Satu di Asia-Pasifik
Kamis, 13 Maret 2025 | 11:56:04 WIB