KAMPAR – Komisi IV DPRD Kabupaten Kampar belum mengeluarkan rekomendasi masih menunggu hasil uji laboratorium ketiga untuk memastikan penyebab kematian puluhan ton ikan secara mendadak di wilayah hilir Sungai Kampar.
Ketua Komisi IV DPRD Kampar, Agus Risna, mengatakan hasil uji tersebut akan menjadi dasar utama dalam menentukan rekomendasi resmi, termasuk kemungkinan pemberian sanksi maupun kompensasi kepada masyarakat terdampak.
“Kami masih menunggu hasil laboratorium yang ketiga. Itu yang akan menjadi penentu. Setelah hasil keluar, baru bisa kita berikan rekomendasi yang akurat,” ujarnya saat memimpin rapat dengar pendapat (RDP), Senin (13/4/2026).
WhatsApp Hapus Akses Chatbot AI Pihak Ketiga Mulai 2026
Pertarungan Seru dan Kemenangan Ketiga Marquez di GP Qatar
RDP tersebut dihadiri unsur DPRD, pihak perusahaan, pemerintah daerah, serta perwakilan masyarakat dari wilayah terdampak.
Agus menegaskan, DPRD berkomitmen mengawal kasus ini hingga penyebabnya jelas dan masyarakat mendapatkan solusi atas kerugian yang dialami.
“Apapun kebutuhan masyarakat tentu akan kita dorong agar ada kejelasan dan penyelesaian,” tambahnya.
Hari Ketiga Rapat Pleno KPU Kampar, 15 PPK Sudah Selesai Penghitungan
Tahun Depan, Pemko Pekanbaru Tetap Serahkan Pengangkutan Sampah pada Pihak Ketiga
Komisi IV juga berencana menggelar pertemuan lanjutan setelah hasil uji laboratorium diterima. Pertemuan itu akan melibatkan pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta tokoh masyarakat.
Berdasarkan data warga, kerugian akibat kejadian ini cukup besar. Di Desa Kota Garo, misalnya, 12 pemilik keramba mengalami kerugian akibat sekitar 6,5 ton ikan mati dengan nilai mencapai Rp462 juta. Jika dihitung secara keseluruhan, total kerugian di tiga desa diperkirakan mencapai miliaran rupiah.
Warga terdampak juga meminta perusahaan yang beroperasi di wilayah hulu Sungai Tapunh bertanggung jawab dan memberikan kompensasi.
Salah seorang warga, Arman, menyebut ikan mulai mati secara tiba-tiba pada tengah malam.
“Sekitar jam 12 malam ikan mulai mati. Ikan baung semua mati. Awalnya tidak mau makan, lalu setelah hujan kondisinya makin parah,” katanya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kampar, Refizal, menjelaskan bahwa pengambilan sampel air telah dilakukan sejak 4 Maret 2026. Namun hingga kini hasil uji laboratorium ketiga masih belum diterima.
Sampah Menumpuk, DLHK Pekanbaru: Pihak Ketiga Terlambat Angkut
Korban Ketiga Terseret Arus Sungai Desa Terantang, Ditemukan Meninggal Â
Ia mengungkapkan, terdapat delapan perusahaan di wilayah hulu dan dua pabrik di wilayah hilir yang menjadi perhatian dalam penelusuran penyebab kejadian. Selain itu, aktivitas peremajaan tanaman (replanting) oleh perusahaan perkebunan seluas sekitar 500 hektare di kawasan daerah aliran sungai juga ikut ditelaah.
Di sisi lain, pihak perusahaan masih menunggu hasil kajian resmi sebelum memberikan pernyataan lebih lanjut.
Humas PT Buana Wira Lestari (BWL), Agung, menyatakan belum ada kajian mendalam yang dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan penyebab kejadian.
Parkir Tepi Jalan Umum Mulai Dikelola Pihak Ketiga
1.112 Nakes di Riau Sudah Disuntik Vaksin Dosis Ketiga
“Pada prinsipnya, sebelum ada kajian resmi, belum tepat jika kesimpulan diarahkan kepada perusahaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihak perusahaan tetap menghormati aspirasi masyarakat dan siap mengikuti rekomendasi pemerintah daerah sesuai ketentuan yang berlaku.