|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Redpes | Penulis : Dr Gamawan Fauzi Dt Rajo Nan Sati
Tak usah merasa paling pintar, karena orang Minang yang berbasis surau itu, sejak dahulu saja sudah banyak yang menguasai belasan bahasa. Tan Malaka menguasai 14 bahasa, Agus Salim 13 bahasa dan sudah merantau, jauh ke mancanegara, sementara Republik ini belum lagi ada.
Siapa pendiri kota Manila, bukankah Raja Sulaiman yang berdarah Minang, yang patungnya berdiri di Kota Manila?
Siapa pencipta lagu Nasional Singapore? Bukankah orang Minang? Dan banyak contoh lagi yang terlalu panjang untuk saya sebutkan.
Dari Lembah Minang ke Istana Negara: Kisah Perjalanan Dony Oskaria
Proses Hukum Proyek RS Madani, 23 Advokat Asal Minang Beri Pendampingan
Tapi baca juga buku Payung Terkembang, yang situlis Abdul Samad, orang Malaysia, bagaimana raja raja Minang dijemput untuk jadi raja di Malaysia dimasa lalu.
Ade Armando yang mengkritisi sikap Gubernur Sumatera Barat, mungkin tak paham bagimana berjalin berkulindannya antara adat dan Pemerintahan di Sumatera Barat. Gubernur itu pemimpin formal, tapi sekaligus pemimpin in formal, yang ditinggikan se rantiang dan di dahulukan selangkah oleh masyarakat. Walaupun tak dilegalkan seperti halnya Daerah Istimewa Yogyakarta.