JAKARTA - Banyaknya titik panas yang bahkan hingga terdeteksi di perbatasan Kalimantan Barat Indonesia dengan Serawak Malaysia, membuat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dinilai hanya bisa dipadamkan secara tuntas dengan satu cara, yaitu air hujan.
"Iya betul, hanya air hujan yang bisa memadamkan secara tuntas," kata Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo.
Dengan begitu, menurut Agus, ancaman karhutla agaknya belum akan berakhir pada bulan ini. Sebab, BMKG memprediksi musim hujan baru akan dimulai akhir Oktober atau awal November. Kendati demikian, Agus menegaskan, para pemangku kepentingan terkait akan terus berjibaku mengatasi karhutla.
Bersama Patroli Terpadu, Bupati Zukri Tinjau Titik Karhutla di Desa Gambut Mutiara
Pekanbaru Roadshow Sumatera, Pekanbaru, Padang, Medan dan Palembang Jadi Titik Pendaratan Film “Pelangi di Mars”
Karhutla belum juga bisa teratasi meskipun berbagai upaya penanganan telah dilakukan kementerian dan lembaga terkait. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, masih terdapat 3.708 titik panas (hotspot) di berbagai wilayah Indonesia dalam 24 jam terakhir.
Kabut asap makin tebal di sejumlah daerah. Kabut asap itu juga sudah masuk kategori berbahaya bagi kesehatan masyarakat di sana.