HOME / Pasar / Keuangan

Rupiah Tembus Level Terlemah, BI Percepat Strategi Jaga Stabilitas Kurs

Rabu, 15 April 2026 | 12:19:36 WIB
Editor : Putrajaya | Penulis : Rea
Rupiah Tembus Level Terlemah, BI Percepat Strategi Jaga Stabilitas Kurs - Pekanbaruexpress
Grafis

JAKARTA – Nilai tukar rupiah kembali mencatat sejarah baru dengan menyentuh posisi terlemah sepanjang masa. Pada penutupan perdagangan Selasa (14/4/2026), rupiah berada di level Rp 17.127 per dolar AS di pasar spot dan Rp 17.135 per dolar AS berdasarkan kurs JISDOR.

Pelemahan ini memperpanjang tren negatif yang sudah berlangsung selama empat hari berturut-turut, menandakan tekanan terhadap mata uang domestik masih cukup kuat.

Merespons kondisi tersebut, Bank Indonesia (BI) mempercepat langkah stabilisasi. Salah satu strategi yang diandalkan adalah penguatan instrumen pasar, khususnya melalui Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), guna menjaga daya tarik aset rupiah sekaligus meredam volatilitas.

Baca :

Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, menegaskan bahwa kebijakan stabilisasi dilakukan secara hati-hati namun responsif. Ia menyebut langkah tersebut penting untuk menjaga kepercayaan pelaku pasar terhadap rupiah.

Sebagai bagian dari strategi, BI meningkatkan frekuensi lelang SRBI. Jika sebelumnya hanya dilakukan sekali dalam sepekan, sejak Februari 2026 lelang digelar dua kali, yakni setiap Rabu dan Jumat. Kebijakan ini bertujuan menyerap likuiditas sekaligus menarik minat investor, termasuk dari luar negeri.

Pada awal implementasi, respons pasar cukup positif. Nilai lelang SRBI pada Februari sempat melampaui Rp 16 triliun per sesi. Namun, minat investor menurun pada Maret dengan rata-rata hanya Rp 4,37 triliun.

Baca :

Memasuki April, kondisi mulai membaik. Kenaikan imbal hasil menjadi faktor pendorong utama. Dalam lelang terakhir pada 10 April 2026, yield SRBI tenor enam bulan mencapai 5,49%, tertinggi sejak Agustus 2025. Tingkat imbal hasil ini diharapkan mampu menarik kembali minat investor di tengah ketidakpastian global.

Di sisi lain, penguatan peran SRBI juga dimaksudkan untuk mengurangi ketergantungan pada intervensi langsung di pasar valuta asing. Cadangan devisa Indonesia diketahui mengalami penurunan signifikan. Hingga akhir Maret 2026, cadangan devisa turun sebesar US$ 8,3 miliar dari posisi akhir tahun sebelumnya yang mencapai US$ 156,5 miliar.

Ekonom menilai kombinasi peningkatan frekuensi lelang dan kenaikan yield merupakan sinyal kuat untuk menjaga daya tarik pasar domestik. Jika kebijakan ini mampu menahan arus keluar modal dan meredam volatilitas, risiko pasar dapat ditekan.

Baca :

Meski demikian, strategi ini memiliki konsekuensi biaya. Untuk menjaga minat investor, BI harus menawarkan imbal hasil yang lebih tinggi. Perkiraan menunjukkan biaya yang dikeluarkan berkisar Rp 6,2 triliun hingga Rp 8,4 triliun per tahun.

Namun, beban tersebut dinilai masih sepadan jika dibandingkan dengan risiko yang dapat muncul apabila rupiah terus melemah, seperti peningkatan inflasi impor, tekanan terhadap subsidi energi, kenaikan imbal hasil surat utang negara, hingga potensi pelebaran defisit anggaran.

Dengan posisi rupiah saat ini, tantangan ke depan masih cukup besar. Stabilitas nilai tukar tidak hanya ditentukan oleh kebijakan dalam negeri, tetapi juga sangat dipengaruhi kondisi global, termasuk arus modal dan sentimen investor.

Baca :

Upaya BI menunjukkan bahwa menjaga stabilitas rupiah kini bukan sekadar intervensi jangka pendek, melainkan membutuhkan strategi yang mampu mempertahankan daya tarik investasi dalam jangka menengah. *


Pilihan Editor
Berita Lainnya
nusantara
Kemenhaj Ingatkan Masyarakat Waspadai Badal Haji Fiktif
Jumat, 12 Juni 2026 | 16:26:52 WIB
Pasar
Wajah

Artikel Popular
1
politikus
Jazuli: Nilai Undang Undang Pemilu Perlu Revisi
Jazuli: Nilai Undang Undang Pemilu Perlu...
Jumat, 3 Januari 2025 | 16:30:00 WIB
Politik
Riau dan Gagalnya Mimpi Wisata
Riau dan Gagalnya Mimpi Wisata
Senin, 5 Mei 2025 | 11:59:34 WIB
Tradisi Unik yang Penuh Makna dan Keseruan
Tradisi Unik yang Penuh Makna dan Keseruan
Minggu, 16 Maret 2025 | 10:04:32 WIB
Bali Destinasi Wisata Nomor Satu di Asia-Pasifik
Bali Destinasi Wisata Nomor Satu di Asia-Pasifik
Kamis, 13 Maret 2025 | 11:56:04 WIB