HOME / Nusantara

Rupiah Sempat Tembus Rp18.000, Pemerintah Yakin Akan Kembali Menguat

Minggu, 7 Juni 2026 | 20:22:00 WIB
Editor : Putrajaya | Penulis : Ril
Rupiah Sempat Tembus Rp18.000, Pemerintah Yakin Akan Kembali Menguat - Pekanbaruexpress
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi

JAKARTA – Pemerintah optimistis nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat akan kembali menguat seiring kuatnya fundamental ekonomi nasional serta koordinasi yang terus dilakukan antara otoritas fiskal dan moneter dalam menjaga stabilitas pasar keuangan.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan kondisi perekonomian Indonesia tetap solid meskipun nilai tukar rupiah sempat menyentuh level Rp18.000 per dolar AS.

"Yang pasti bisa kami sampaikan bahwa kita harus yakin sesungguhnya fundamental ekonomi kita cukup kuat. Hal itu tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang tetap terjaga serta tingkat inflasi yang masih terkendali," ujar Prasetyo.

Baca :

Menurutnya, pemerintah bersama Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat koordinasi untuk memantau perkembangan pasar keuangan dan mengambil langkah yang diperlukan guna menjaga stabilitas ekonomi nasional.

"Kami terus berkoordinasi secara intens untuk memonitor perkembangan dan melakukan langkah-langkah yang diperlukan," katanya.


Pilihan Editor
Berita Lainnya
kampar
Perbaikan Infrastruktur Jalan Jadi Perhatian Pemda Kampar
Minggu, 7 Juni 2026 | 23:32:03 WIB
nusantara
Rupiah Sempat Tembus Rp18.000, Pemerintah Yakin Akan Kembali Menguat
Minggu, 7 Juni 2026 | 20:22:00 WIB
Pasar
Wajah

Artikel Popular
politikus
Jazuli: Nilai Undang Undang Pemilu Perlu Revisi
Jazuli: Nilai Undang Undang Pemilu Perlu...
Jumat, 3 Januari 2025 | 16:30:00 WIB
Politik
Riau dan Gagalnya Mimpi Wisata
Riau dan Gagalnya Mimpi Wisata
Senin, 5 Mei 2025 | 11:59:34 WIB
Tradisi Unik yang Penuh Makna dan Keseruan
Tradisi Unik yang Penuh Makna dan Keseruan
Minggu, 16 Maret 2025 | 10:04:32 WIB
Bali Destinasi Wisata Nomor Satu di Asia-Pasifik
Bali Destinasi Wisata Nomor Satu di Asia-Pasifik
Kamis, 13 Maret 2025 | 11:56:04 WIB