Permintaan tambahan anggaran ini mengindikasikan bahwa konflik yang sebelumnya diperkirakan hanya berlangsung sekitar empat hingga enam pekan kini berpotensi menjadi perang jangka panjang. Sejumlah estimasi bahkan menyebutkan biaya yang telah dikeluarkan mencapai sekitar US$1 miliar per hari, memperlihatkan tekanan besar terhadap keuangan negara.
Hegseth juga tidak memberikan kepastian mengenai kapan target militer AS di Iran dapat tercapai. Ia menegaskan keputusan tersebut sepenuhnya berada di tangan Presiden.
“Pada akhirnya itu akan menjadi keputusan presiden ketika kita mengatakan bahwa kita telah mencapai apa yang perlu dilakukan demi keamanan rakyat Amerika. Tidak ada tenggat waktu yang ditetapkan,” katanya.
PWI Dorong Pemerataan Hunian Layak bagi Wartawan, Tapera Pastikan Akses Pembiayaan Terbuka
Biaya Haji 2026, Embarkasi Batam Sebesar Rp54.125.422 Per Jemaah
Secara terpisah, Presiden AS Donald Trump membenarkan adanya pengajuan tambahan anggaran tersebut, meski tidak merinci secara detail alasan di balik lonjakan kebutuhan dana.
“Kami memintanya karena banyak alasan,” kata Trump.