"Yang kita saksikan sekarang adalah kegilaan Perdana Menteri Israel yang ingin menghancurkan Jalur Gaza," kata Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva, pada Jumat.
Bolivia adalah salah satu negara pertama yang secara aktif memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel sebagai respons terhadap perang di Gaza, sebagai protes atas serangan yang terjadi pada tanggal 7 Oktober di Israel selatan oleh militan Hamas Palestina. Serangan itu menurut Israel menewaskan 1.400 orang dan menyandera 240 orang.
Negara Amerika Selatan ini sebelumnya telah memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel pada tahun 2009, di bawah pemerintahan Presiden sayap kiri Evo Morales, juga sebagai protes atas tindakan Israel di Gaza.
Bupati Kampar Ziarah Makam, Tradisi Aghi Ayo Onam Pererat Hubungan Pemimpin dan Masyarakat
2026, Dishub Akan Tambahan 16 Armada Bus Listrik TMP
Pada tahun 2020, pemerintahan Presiden sementara sayap kanan, Jeanine Anez, membangun kembali hubungan diplomatik dengan Israel.
"Kami menolak kejahatan perang yang terjadi di Gaza. Kami mendukung inisiatif internasional untuk menjamin bantuan kemanusiaan, sesuai dengan hukum internasional," kata Presiden Bolivia, Arce, melalui media sosial pada hari Senin.