POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Home Nusantara

Kampung Pengembangan Nelayan Maritimin City: Rumah Baru bagi Masyarakat Rempang

Sabtu, 9 September 2023 | 22:23:15 WIB

Editor : Putrajaya | Penulis : Gita Amanda

Kampung Pengembangan Nelayan Maritimin City: Rumah Baru bagi Masyarakat Rempang

KAMPUNG Pengembangan Nelayan Maritime City terhampar seluas 471 hektare di tepi perairan Galang. Ini merupakan upaya pemerintah untuk menyediakan permukiman baru bagi masyarakat Rempang yang terdampak oleh Proyek Stategis Nasional Rempang Eco-City.

Pada akhir tahun 2024, pemerintah berkomitmen untuk memungkinkan masyarakat Rempang untuk menghuni permukiman Tahap 1. Total 3.000 kavling akan dibangun di wilayah Dapur 3, Sijantung, Galang, yang berdekatan dengan lokasi pemukiman sebelumnya di Rempang.

Tidak perlu ada kekhawatiran, karena pemerintah telah menyatakan komitmennya untuk memberikan hak-hak kepada masyarakat sesuai dengan peraturan yang berlaku. Setiap rumah akan digantikan dengan rumah tipe 45 senilai Rp 120 juta, sementara tanah seluas maksimal 500 meter persegi akan diberikan. Pemerintah juga berjanji akan menanggung biaya hidup masyarakat hingga rumah mereka selesai dibangun.

Baca :

"Pemerintah tidak akan pernah menyengsarakan rakyatnya. Percayalah, kami tidak akan merelokasi anda begitu saja," kata Pimpinan BP Batam, Muhammad Rudi, saat memberikan sosialisasi dan dalam forum-forum, seperti yang dikutip dari siaran persnya.

Selain itu, infrastruktur pendukung juga akan disediakan, termasuk dermaga untuk kapal dan pemakaman yang teratur untuk menghormati para leluhur.

Sejarah dan Visi Rempang dalam Konsep "Teori Balon" oleh BJ Habibie

Baca :

Melihat Rempang, kita tidak bisa mengabaikan peran penting dalam impian besar BJ Habibie tentang pengembangan kawasan Barelang (Batam-Rempang-Galang) sebagai kesatuan ekonomi yang terintegrasi, mirip dengan konsep Benelux (Belgia-Netherlands-Luxemburg).

Untuk mendukung visi ini, BJ Habibie membangun enam Jembatan Barelang untuk menghubungkan pulau-pulau tersebut, seperti Batam, Rempang, Galang, serta beberapa pulau kecil di sekitarnya seperti Pulau Tonton, Pula Nipah, Pulau Setoko, dan Pulau Galang Baru.

Konsep "Teori Balon" yang digagas oleh BJ Habibie menggambarkan bahwa ekonomi Singapura dan wilayah sekitarnya adalah seperti "sistem balon" yang saling terhubung dengan katup. Katup digunakan untuk mengatur aliran tekanan antar-balloon agar tidak melebihi batas kritis dan pecah.

Baca :

Pada tingkat lokal, ini berarti bahwa pengembangan ekonomi Singapura dan wilayah sekitarnya bisa dialirkan ke Rempang melalui konsep ini. Dengan pengembangan infrastruktur Batam-Rempang-Galang, ini akan berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut dan mendorong pertumbuhan di provinsi Kepulauan Riau dan bahkan di seluruh Indonesia.

Polemik dan Harapan di Rempang Eco-City

Rempang Eco-City, dengan nilai investasi sekitar Rp 381 triliun hingga tahun 2080, diharapkan memberikan dampak positif yang signifikan pada pertumbuhan ekonomi di wilayah Batam dan provinsi Kepulauan Riau lainnya.

Baca :

Pulau Rempang, dengan luas sekitar 17 ribu hektare, akan dikembangkan menjadi kawasan yang mencakup industri, perdagangan, perumahan, dan sektor pariwisata yang terintegrasi. Dengan konsep "Green and Sustainable City," ini diharapkan akan menciptakan ribuan lapangan kerja baru, terutama untuk pemuda Rempang. Targetnya adalah menciptakan 30 ribu lapangan kerja hingga tahun 2028 dan lebih dari 306 ribu lapangan kerja selama pengembangan kawasan hingga tahun 2080.

Meskipun ada keprihatinan dari masyarakat mengenai perkembangan proyek ini, pemerintah dan BP Batam telah menyampaikan komitmennya untuk memastikan hak-hak masyarakat terpenuhi sesuai dengan aturan yang berlaku. Rumah-rumah yang dijanjikan akan selesai pada akhir tahun 2024, dan pemerintah akan mendukung warga selama proses ini.

Kepala Biro Humas, BP Batam, Ariastuty, menjelaskan bahwa pembangunan rumah membutuhkan waktu karena harus mengikuti prosedur dan peraturan yang berlaku, termasuk Peraturan Presiden. BP Batam telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan pihak terkait untuk mempercepat proses ini dan memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat.

Baca :

Terakhir, BP Batam menegaskan bahwa warga yang secara sukarela ingin menyerahkan lahan mereka kepada pemerintah dapat mengunjungi tiga posko yang telah ditentukan: RSKI Galang, Kantor Camat Galang, dan PTSP Batam Center. *

Dikutip dari Republika.co.id


Pilihan Editor
Berita Lainnya
wajah
Trump Nyentil, Clooney Pindah Warga Negara
Sabtu, 3 Januari 2026 | 15:54:52 WIB
mancanegara
Trump Ancam Iran, AS Siap Bertindak Jika Demonstran Dibunuh
Sabtu, 3 Januari 2026 | 15:48:00 WIB
pasar
Harga Emas Antam Longsor di Akhir Pekan, Cek Daftar Lengkapnya
Sabtu, 3 Januari 2026 | 15:36:49 WIB
opini
Harapan SMSI Tahun 2026: Podcast Menjadi Institusi Pers
Kamis, 1 Januari 2026 | 20:21:00 WIB
Pasar
Wajah
Trump Nyentil, Clooney Pindah Warga Negara
Trump Nyentil, Clooney Pindah Warga Negara...
Sabtu, 3 Januari 2026 | 15:54:52 WIB
Artikel Popular
1
politikus
Jazuli: Nilai Undang Undang Pemilu Perlu Revisi
Jazuli: Nilai Undang Undang Pemilu Perlu...
Jumat, 3 Januari 2025 | 16:30:00 WIB
Politik
Bawaslu Kampar Berharap Lahir Kerjasama Kedua Pihak
Bawaslu Kampar Berharap Lahir Kerjasama Kedua...
Rabu, 15 Oktober 2025 | 23:50:18 WIB
Riau dan Gagalnya Mimpi Wisata
Riau dan Gagalnya Mimpi Wisata
Senin, 5 Mei 2025 | 11:59:34 WIB
Tradisi Unik yang Penuh Makna dan Keseruan
Tradisi Unik yang Penuh Makna dan Keseruan
Minggu, 16 Maret 2025 | 10:04:32 WIB
Bali Destinasi Wisata Nomor Satu di Asia-Pasifik
Bali Destinasi Wisata Nomor Satu di Asia-Pasifik
Kamis, 13 Maret 2025 | 11:56:04 WIB