|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Rinalti Oesman | Penulis : Molli Wahyuni
KAMPA- Ribuan masyarakat turun ke dalam Danau Sembat di Desa Kampar, Kecamatan Kampa, Kabupaten Kampar menangkap ikan bersama-sama atau disebut 'maawuo' oleh masyarakat setempat dalam event yang bertajuk Maawuo Lubuok Laghangan Danau Sembat, Sabtu (7/1/2023).
Kegiatan ini dibuka oleh Gubernur Riau yang diwakili Staf Ahli Gubernur Riau Bidang Pemerintahan, Hukum dan Sumber Daya Manusia Yurnalis Basri.
Turut hadir pada kegiatan ini Penjabat Bupati Kampar H Kamsol, Anggota DPRD Riau H Nurzafri, Ketua DPRD Kampar Muhammad Faisal, Kadis Pariwisata Provinsi Riau Roni Rakhmat, Forkopimda Kampar, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Kampar, Pucuk Adat Kenagarian Kampa Syamsiwir Datuk Mongguong, Camat Kampar Dedi Herman, tokoh masyarakat dan undangan lainnya.
Ribuan Warga Padati Kampar Utara, Rela Berjalan Ratusan Meter Demi Saksikan Pembukaan MTQ ke-54
Ikuti Tradisi, Bupati Afni Pakai Sarung Pimpin Upacara Hari Santri
Pada kesempatan ini Staf Ahli Gubernur Riau Yurnalis, Pj Bupati Kampar dan Ketua DPRD Kampar secara bergantian melepas ikan yang telah diberikan nomor doorprize yang akan diperebutkan masyarakat peserta maawuo. Jika masyarakat berhasil menangkap ikan yang bernomor doorprize ini langsung bisa menukarkan dengan hadiah, sesuai nomor yang ada dipasang di bagian mulut ikan.
Staf Ahli Gubernur Riau Yurnalis dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan ini merupakan lokal wisdom atau kearifan lokal yang harus mendapatkan dukungan. Kegiatan ini patut diapresiasi karena bagian upaya pelestarian ikan.
Sementara itu Pj Bupati Kampar H Kamsol dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan maawuo merupakan tradisi budaya yang harus dipertahankan. Kegiatan ini langka dan tidak banyak daerah yang melakukan.
Ratusan Lembaga Budaya di Belanda dan Belgia Kompak Boikot Israel!
Ribuan Warga Kepung Kantor Gubernur Riau, Tuntut Kepastian Nasib di Tesso Nilo
Kabupaten Kampar sendiri telah mendapatkan penghargaan dari organisasi pangan dan pertanian dunia atau Food and Agriculture Organization, sering disingkat (FAO). Penghargaan ini diberikan kepada Kampar karena ada beberapa pelestarian ikan di beberapa lubuk larangan.
"Ini upaya pemerintah yang disebut konservasi. Konservasi ini telah lama kita lakukan, oleh masyarakat dan datuk-datuk, ninik mamak Selain didukung masyarakat Kampar juga didukung tokoh masyarakat Kampar," ujar Kamsol.
Di bidang perikanan, Kampar hari ini telah mendapatkan pemasaran internasional dimana sudah ada permintaan abon ikan patin selain fallet ikan. Abon ikan patin telah ada permintaan sebanyak 38 ton sebulan dari beberapa negara seperti Malaysia, Thailand, Filipina, Brunei Darussalam hingga Cina.
Tabuik Menuju UNESCO: Pariaman Siap Gema Budaya ke Panggung Dunia
Ribuan Masyarakat Siak Antusias Hadiri Pesta Rakyat Sambut Pemimpin Baru Afni- Syamsurizal
Untuk memenuhi 38 ton abon ini membutuhkan 190 ton ikan patin segar setiap dua minggu.
Pj Bupati Kampar telah membicarakan kemungkinan membuat pabrik untuk mendukung ekspor abon ikan patin ini dengan investor.
Kepala Desa Kampar Erman Khairudin dalam sambutannya menyampaikan rasa bahagianya karena pada hari ini masyarakat kembali bisa menikmati ikan di Danau Sembat. Ia bersyukur atas bantuan yang diberikan berbagai pihak.
OJK Siapkan Pemblokiran Ribuan Rekening Terkait Bos Judi Online
Ribuan Masyarakat Siak Turun ke Jalan, Suarakan Tolak PSU Jilid 2 dan Desak Lantik Bupati Afni
Kades Erman berharap pemerintah mendukung pengembangan pariwisata dan perikanan di Danau Sembat.
Pada kesempatan ini Erman juga mengungkapkan sejarah Danau Sembat. Ternyata, pembangunan Danau Sembat yang awalnya untuk memenuhi kebutuhan air untuk pertanian memiliki sejarah yang panjang.
Erman bercerita, Sembat pada masa lalu merupakan area pemukiman warga, tempat pemandian sebelum pindah ke pinggir Sungai Kampar. Sembat sendiri memiliki arti air jernih.
Bupati dan Wabup Rohil Survei Lokasi Pembangunan Universitas dan Pasar Tradisional
Ribuan Warga Siak Protes Gugatan PSU, Cap Jempol Berdarah Jadi Simbol Perlawanan
Wilayah Bukit Dongkue yang berada di bagian utara Danau Sembat adalah wilayah asal warga Pulau Tinggi dan Pauh. Sementara wikayah selatan di Bukit Kuoyang merupakan tempat asal warga Kampa.
"Bukti di sini adalah perkampungan masa lalu adalah banyaknya kuburan tua," beber Erman.
Danau ini awalnya dibangun dengan swadaya masyarakat saat Desa Kampa dipimpin oleh Kades Sumar tahun 1958 lalu. Dimana pada saat itu masyarakat bergotong royong membangun danau hanya menggunakan tangan dan alat sederhana.
Ribuan Jemaah Padati Masjid Raya Annur, Gubernur Riau Ajak Perkuat Silaturahmi di Idulfitri
Polda Riau Tangkap dan Gagalkan Pengiriman 9 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi
Kemudian Pemerintah Provinsi Riau turut mendukung pembangunan danau ini pada saat Riau dipimpin oleh Gubernur Kaharudin Nasution dan diresmikan oleh Gubernur Arifin Achmad.
Dengan adanya semangat Pemdes dan masyarakat, Erman berharap pemerintah kembali memperhatikan Danau Sembat. Danau Sembat di masa jayanya menjadi satu diantara tempat wisata pemandian yang ramai dikunjungi wisatawan pada era tahun 2000an bersama Kawasan Wisata Stanum.