Sementara itu Pj Bupati Kampar H Kamsol dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan maawuo merupakan tradisi budaya yang harus dipertahankan. Kegiatan ini langka dan tidak banyak daerah yang melakukan.
Kabupaten Kampar sendiri telah mendapatkan penghargaan dari organisasi pangan dan pertanian dunia atau Food and Agriculture Organization, sering disingkat (FAO). Penghargaan ini diberikan kepada Kampar karena ada beberapa pelestarian ikan di beberapa lubuk larangan.
"Ini upaya pemerintah yang disebut konservasi. Konservasi ini telah lama kita lakukan, oleh masyarakat dan datuk-datuk, ninik mamak Selain didukung masyarakat Kampar juga didukung tokoh masyarakat Kampar," ujar Kamsol.
Ribuan Peserta Ikuti Jalan Santai May Day 2026 di Kampar, Bupati Tekankan Sinergi Pekerja dan Dunia Usaha
Aghi Ayo Onam, Harmoni Tradisi dan Kebersamaan yang Terus Hidup di Bangkinang
Di bidang perikanan, Kampar hari ini telah mendapatkan pemasaran internasional dimana sudah ada permintaan abon ikan patin selain fallet ikan. Abon ikan patin telah ada permintaan sebanyak 38 ton sebulan dari beberapa negara seperti Malaysia, Thailand, Filipina, Brunei Darussalam hingga Cina.
Untuk memenuhi 38 ton abon ini membutuhkan 190 ton ikan patin segar setiap dua minggu.