|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Rinalti Oesman | Penulis : Molli Wahyuni
Sementara itu Pj Bupati Kampar H Kamsol dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan maawuo merupakan tradisi budaya yang harus dipertahankan. Kegiatan ini langka dan tidak banyak daerah yang melakukan.
Kabupaten Kampar sendiri telah mendapatkan penghargaan dari organisasi pangan dan pertanian dunia atau Food and Agriculture Organization, sering disingkat (FAO). Penghargaan ini diberikan kepada Kampar karena ada beberapa pelestarian ikan di beberapa lubuk larangan.
"Ini upaya pemerintah yang disebut konservasi. Konservasi ini telah lama kita lakukan, oleh masyarakat dan datuk-datuk, ninik mamak Selain didukung masyarakat Kampar juga didukung tokoh masyarakat Kampar," ujar Kamsol.
Ribuan Warga Padati Kampar Utara, Rela Berjalan Ratusan Meter Demi Saksikan Pembukaan MTQ ke-54
Ikuti Tradisi, Bupati Afni Pakai Sarung Pimpin Upacara Hari Santri
Di bidang perikanan, Kampar hari ini telah mendapatkan pemasaran internasional dimana sudah ada permintaan abon ikan patin selain fallet ikan. Abon ikan patin telah ada permintaan sebanyak 38 ton sebulan dari beberapa negara seperti Malaysia, Thailand, Filipina, Brunei Darussalam hingga Cina.
Untuk memenuhi 38 ton abon ini membutuhkan 190 ton ikan patin segar setiap dua minggu.