|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : red | Penulis : PE*
"Maka saya tidak pernah khawatir dengan kondisi Riau, ini hanya masalah waktu saja. Saya yakin masalah indeks itu gampanglah. Pada hakikatnya kita semua sadar bahwa dalam kehidupan kita ini ditakdirkan untuk berbeda. Kalau kita toleh kiri kanan kita tidak ada yang sama, kita semua berbeda," tambahnya.
Yaqut menambahkan, perbedaan itu adalah keniscayaan. Kalau tuhan menginginkan semua makhluknya sama, maka itu bukan hal mustahil bagi Allah. Akan tetapi sebutnya, tuhan memang menginginkan manusia dalam kondisi yang berbeda.
Sehingga dalam perbedaan itu akan ada rasa saling mengisi, saling melengkapi mana yang kurang mana dan yang lebih, dan semua pihak bisa bekerja sama untuk membangun dan untuk memperjuangkan kebaikan.
Status Hukum Naik, Yaqut Terseret Kasus Korupsi Kuota Haji
Bertemu Wakil Wali Kota Pekanbaru, Himanistik FISIP UNRI Keluhkan Macet dan PKL
"Ini sudah dicontohkan oleh para pendahulu kita, para raja di Riau dulu yang dalam perbedaannya sama-sama mengakui Indonesia sebagai sebuah negara dan menjadikan Riau bagian Indonesia," sebutnya.
"Saya kira pelajaran dari apa yang dilakukan oleh para pendahulu kita, kita tidak boleh tinggalkan. Sekali lagi tidak perlu khawatir dengan indeks itu, kita bisa meningkatkan indeks itu dalam waktu cepat. Dengan kekayaan dan khasanah yang saya sampaikan tadi, dan dengan peradaban yang dimiliki Riau soal indeks itu gampang," tutupnya.