|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Penulis : detik.com
JAKARTA - Israel merupakan satu-satunya negara di dunia yang menerapkan hukum militer terhadap anak-anak. Anak-anak Palestina yang ditahan diperlakukan dengan kasar dan tidak diberikan hak untuk menelepon orang tuanya.
Bulan lalu, Mahkamah Agung Israel menolak menyidangkan petisi yang diajukan oleh pembela hak asasi manusia yang menuntut agar anak-anak yang ditahan diberi kesempatan menelepon orang tua.
Penolakan ini membuat pengadilan dan penjara anak-anak ini, termasuk perlakuan buruk terhadap tahanan, mendapat perhatian besar.
Dari Lembah Minang ke Istana Negara: Kisah Perjalanan Dony Oskaria
One Piece: Kisah Bajak Laut, Kebebasan, dan Perlawanan terhadap Ketidakadilan
Berikut adalah kesaksian tiga orang anak yang pernah berada dalam tahanan Israel.
Malak Al-Ghalith ditahan ketika berumur 14 tahun. Ia dibawa ke kamp militer di Jerusalem dan diinterogasi di sana. Ia kemudian disuruh menandatangani dokumen yang ditulis dalam bahasa Ibrani yang tak ia pahami.