Saher Francis dari Addamer, kelompok yang mengadvokasi tahanan Palestina di Tepi Barat, menyatakan bahwa hal itu merupakan "bagian dari sistem".
"Bayangkan bagaimana militer merazia rumah di tengah malam lalu menahan anak berumur 14 tahun. Pengaruhnya tak hanya terhadap si anak tetapi juga seluruh keluarga," kata Francis.
Pihak Israel membantah semua hal ini.
Jaksa militer Israel di Tepi Barat Maurice Hirsch menyatakan pengakuan-pengakuan itu tidak benar. Menurutnya, pengadilan khusus untuk Palestina itu dimandatkan oleh Konvensi Jenewa Keempat, terutama pasal 66.
Gencatan Senjata Dilanggar, Israel Kembali Tewaskan Jurnalis dan Anak-anak di Gaza
Dari Lembah Minang ke Istana Negara: Kisah Perjalanan Dony Oskaria
Maurice yang menulis dakwaan terhadap ratusan anak-anak menyatakan pengakuan anak-anak itu tidak berdasar. Menurutnya, dokumen pengakuan anak-anak itu ditulis dalam bahasa Arab dan itu yang jadi dasar penuntutan.
"Lagipula ada rekaman audio dan video untuk pengakuan tersebut," katanya lagi.