HOME / Pasar

Program Makan Gratis Kena Sunat Anggaran, Ini Penjelasan Pemerintah

Selasa, 19 Mei 2026 | 19:59:00 WIB
Editor : Putrajaya | Penulis : Rea
Program Makan Gratis Kena Sunat Anggaran, Ini Penjelasan Pemerintah - Pekanbaruexpress
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa

JAKARTA - Pemerintah memutuskan memangkas anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam APBN 2026. Jika sebelumnya dialokasikan sebesar Rp335 triliun, kini pagunya turun menjadi Rp268 triliun.

Keputusan tersebut disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Mei 2026 di Jakarta, Selasa (19/5/2026). Menurutnya, langkah pengurangan anggaran dilakukan atas arahan Presiden Prabowo Subianto agar pelaksanaan program bisa lebih hemat namun tetap tepat sasaran.

Hingga 30 April 2026, realisasi dana MBG telah mencapai Rp75 triliun atau sekitar 22,4 persen dari pagu awal. Program tersebut disebut sudah menjangkau sekitar 61,96 juta penerima manfaat melalui 27.952 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Baca :

Purbaya menjelaskan pemerintah saat ini sedang mengevaluasi pola pengelolaan anggaran Badan Gizi Nasional (BGN), termasuk cara belanja program dilakukan agar lebih efisien tanpa mengurangi manfaat utama bagi siswa sekolah.

Ia juga memberi sinyal masih ada potensi penghematan lanjutan pada program MBG, meski detail kebijakan berikutnya belum diumumkan secara resmi.

“Presiden sedang menghitung formulasi terbaik agar penghematan tidak mengganggu tujuan utama program, yakni pemenuhan makan bergizi bagi anak sekolah,” ujarnya.

Baca :

Di sisi lain, belanja negara hingga April 2026 tercatat mencapai Rp1.082,8 triliun atau tumbuh 34,3 persen dibanding periode sebelumnya. Angka tersebut setara 28,2 persen dari target APBN 2026 sebesar Rp3.842,7 triliun.

Belanja pemerintah pusat mendominasi dengan realisasi Rp826 triliun atau naik 51,1 persen. Pemerintah menyebut lonjakan ini merupakan strategi pemerataan penyaluran anggaran sepanjang tahun.

Secara rinci, belanja kementerian/lembaga mencapai Rp400,5 triliun atau tumbuh 57,9 persen. Sementara belanja non-kementerian/lembaga berada di angka Rp425,5 triliun.

Baca :

Adapun pendapatan negara hingga akhir April 2026 tercatat sebesar Rp918,4 triliun atau meningkat 13,3 persen. Dengan kondisi tersebut, defisit APBN berada di level 0,64 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), setara Rp164,4 triliun. *


Pilihan Editor
Berita Lainnya
nusantara
Prabowo Copot Dadan Hindayana, Begini Respons Mantan Kepala BGN
Rabu, 3 Juni 2026 | 08:32:35 WIB
pasar
Mulai Besok, Ekspor Batubara Wajib Lapor ke Danantara
Minggu, 31 Mei 2026 | 19:55:18 WIB
Pasar
Wajah

Artikel Popular
politikus
Jazuli: Nilai Undang Undang Pemilu Perlu Revisi
Jazuli: Nilai Undang Undang Pemilu Perlu...
Jumat, 3 Januari 2025 | 16:30:00 WIB
Politik
Riau dan Gagalnya Mimpi Wisata
Riau dan Gagalnya Mimpi Wisata
Senin, 5 Mei 2025 | 11:59:34 WIB
Tradisi Unik yang Penuh Makna dan Keseruan
Tradisi Unik yang Penuh Makna dan Keseruan
Minggu, 16 Maret 2025 | 10:04:32 WIB
Bali Destinasi Wisata Nomor Satu di Asia-Pasifik
Bali Destinasi Wisata Nomor Satu di Asia-Pasifik
Kamis, 13 Maret 2025 | 11:56:04 WIB