“Presiden sedang menghitung formulasi terbaik agar penghematan tidak mengganggu tujuan utama program, yakni pemenuhan makan bergizi bagi anak sekolah,” ujarnya.
Di sisi lain, belanja negara hingga April 2026 tercatat mencapai Rp1.082,8 triliun atau tumbuh 34,3 persen dibanding periode sebelumnya. Angka tersebut setara 28,2 persen dari target APBN 2026 sebesar Rp3.842,7 triliun.
Belanja pemerintah pusat mendominasi dengan realisasi Rp826 triliun atau naik 51,1 persen. Pemerintah menyebut lonjakan ini merupakan strategi pemerataan penyaluran anggaran sepanjang tahun.
Anggaran MBG 2026 Dikurangi, Program Makan Gratis Hanya Berjalan Lima Hari
Program Baznas Siak Bikin Bahagia Anak Yatim, Bupati Afni: Zakat Harus Hadirkan Kebahagiaan
Secara rinci, belanja kementerian/lembaga mencapai Rp400,5 triliun atau tumbuh 57,9 persen. Sementara belanja non-kementerian/lembaga berada di angka Rp425,5 triliun.
Adapun pendapatan negara hingga akhir April 2026 tercatat sebesar Rp918,4 triliun atau meningkat 13,3 persen. Dengan kondisi tersebut, defisit APBN berada di level 0,64 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), setara Rp164,4 triliun. *