BANGKINANG-- Sebanyak 452 Jemaah Calon Haji (JCH) Kabupaten Kampar mengikuti pelaksanaan Manasik Haji yang digelar pada Selasa, 14 April 2026, di Masjid Al-Ihsan, Markaz Islami Kabupaten Kampar. Kegiatan ini menjadi persiapan penting bagi para calon haji sebelum berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji pada musim haji 2026.
Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Kampar yang diwakili oleh Asisten II Setdakab Kampar Tengku Said Hidayat, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kampar H. Dirhamsyah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar Dr. H. Erizon Efendi, serta para petugas kloter, JCH Kampar, Petugas Haji Daerah (PHD), dan panitia manasik.
Tengku Said Hidayat dalam sambutannya menyampaikan selamat kepada seluruh JCH Kampar yang telah mengikuti manasik haji dan menekankan pentingnya mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh. "Manasik haji adalah kesempatan untuk mempersiapkan diri secara fisik dan spiritual sebelum melaksanakan ibadah haji di Makkatul Mukarramah. Ikuti setiap sesi dengan serius dan semangat," ujar Tengku Said.
Bupati Zukri Lepas 223 Jemaah Haji Pelalawan, Berangkat ke Embarkasi Batam
Bupati Kampar Lepas Keberangkatan Jemaah Haji Kloter V Embarkasi Batam
Lebih lanjut, Tengku Said menambahkan, melalui manasik, para calon haji dapat mempelajari tata cara ibadah, serta mempersiapkan mental dan fisik untuk menjalankan ibadah haji dengan baik dan benar. "Kita juga belajar tentang waktu ibadah yang efektif dan trik-trik untuk menjaga kesehatan agar seluruh rangkaian ibadah dapat dilaksanakan dengan lancar," tambahnya.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kampar, H. Dirhamsyah, menjelaskan bahwa manasik haji bukanlah sekadar seremonial, melainkan sebagai proses pembekalan penting bagi para JCH. "Manasik haji ini adalah tempat untuk mempelajari secara langsung segala hal terkait ibadah haji, termasuk tata cara pelaksanaannya yang harus dilakukan dengan tepat. Untuk tahun ini, JCH Kampar berjumlah 452 orang yang akan dibagi dalam tiga kloter," ujarnya.
H. Dirhamsyah juga mengingatkan bahwa kesiapan ilmu sangat penting untuk memastikan para jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan mandiri dan sesuai tuntunan. "Pemahaman yang baik tentang ibadah haji akan membuat para jemaah lebih siap menghadapi semua tahapannya," imbuhnya.
Biaya Haji 2026, Embarkasi Batam Sebesar Rp54.125.422 Per Jemaah
Edi Basri Tegaskan Netralitas Pj Gubernur dalam Musprov KONI Riau
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kampar, Dr. H. Erizon Efendi, memfokuskan pembelajaran pada fase yang paling krusial dalam ibadah haji, yaitu Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina). "Fase Armuzna adalah puncak dari ibadah haji. Banyak jemaah yang masih keliru dalam memahami alur dan ketentuannya. Padahal, kesalahan dalam pelaksanaan di fase ini bisa berakibat pada sah atau tidaknya ibadah haji," tegasnya.
Manasik haji di Kabupaten Kampar bertujuan untuk memastikan para JCH siap tidak hanya secara administratif, tetapi juga mental, fisik, dan spiritual. Dengan pembekalan yang optimal, diharapkan seluruh calon haji dapat menjalankan ibadah di Tanah Suci dengan lancar dan kembali ke tanah air dengan status haji yang sah dan mabrur. (ADV