H. Dirhamsyah juga mengingatkan bahwa kesiapan ilmu sangat penting untuk memastikan para jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan mandiri dan sesuai tuntunan. "Pemahaman yang baik tentang ibadah haji akan membuat para jemaah lebih siap menghadapi semua tahapannya," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kampar, Dr. H. Erizon Efendi, memfokuskan pembelajaran pada fase yang paling krusial dalam ibadah haji, yaitu Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina). "Fase Armuzna adalah puncak dari ibadah haji. Banyak jemaah yang masih keliru dalam memahami alur dan ketentuannya. Padahal, kesalahan dalam pelaksanaan di fase ini bisa berakibat pada sah atau tidaknya ibadah haji," tegasnya.
Manasik haji di Kabupaten Kampar bertujuan untuk memastikan para JCH siap tidak hanya secara administratif, tetapi juga mental, fisik, dan spiritual. Dengan pembekalan yang optimal, diharapkan seluruh calon haji dapat menjalankan ibadah di Tanah Suci dengan lancar dan kembali ke tanah air dengan status haji yang sah dan mabrur. (ADV