|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Penulis : antara
SAMARINDA - Pengamat ekonomi yang juga Ketua Pusat Kajian Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah, Universitas Mulawarman Samarinda, Dr Aji Sofyan Effendi SE M Si CRMP berpendapat, Provinsi Kaltim berpeluang besar menjadi ibu kota negara menggantikan Jakarta.
"Sekarang alternatifnya sudah mengerucut pada dua lokasi, yakni di Kaltim atau di Kalteng. Namun pusat akan menentukan pilihannya di Bukit Soeharto, Kecamatan Samboja, jika Pemprov Kaltim melakukan lima langkah strategis," ujar Aji Sofyan di Samarinda, Senin (27/5).
Lima langkah yang perlu dilakukan itu adalah, pertama, melengkapi kajian yang telah dilakukan pemerintah pusat dengan kajian versi Pemprov Kaltim.
Prestasi Gemilang, Kanwil Imigrasi Kaltim Dinobatkan sebagai Imigrasi Terbaik 2025
Biaya Haji 2026, Embarkasi Batam Sebesar Rp54.125.422 Per Jemaah
Sebagai akademisi, ia menilai sampai saat ini Kaltim belum melakukan diskusi publik yang menampilkan kajian internal Kaltim. Kajian ini sifatnya melengkapi dari kajian yang sudah dilakukan Bappenas dan Kementerian terkait.
Ia mengatakan bisa jadi ada hal-hal penting yang terlewatkan dari kajian pemerintah pusat yang ditemukan oleh Pemprov Kaltim. Dalam hal ini, analisis dan kajian dari Bappenas tidak perlu dilakukan Bappeda Kaltim.