|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Rinalti Oesman | Penulis : PE/RIN
PEKANBARU - Masyarakat diimbau mewaspadai kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) ditengah kondisi cuaca saat ini. Pasalnya Demam Berdarah di Pekanbaru hingga November ini mencapai 459 kasus.
Hal ini berdasarkan catatan Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru. Dari ratusan kasus tersebut, diketahui ada dua orang yang meninggal dunia. Sementara yang lainnya sudah sembuh dan dipastikan tidak ada lagi pasien yang masih jalani perawatan.
"Untuk saat ini tidak ada pasien yang masih mendapat perawatan medis setelah didiagnosa positif DBD, mereka sudah sembuh," kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut, Rabu (13/11).
Kinerja Operasional 2025, Direktur PT BSP Paparkan Pencapaian 100 Persen Target Well Service hingga Tantangan
KPK Geledah Lanjutan di Kantor PUPR Riau hingga 6,5 Jam
Ia mengimbau masyarakat mesti mewaspadai ancaman demam berdarah. Mereka jangan sampai terlambat menerima perawatan medis ketika terindikasi DBD.
Masyarakat bisa mewaspadai sejumlah gejala awal DBD bagi mereka yang terjangkit. Gejalanya yakni demam tinggi, kulit bintik merah dan nyeri sendi atau otot.
Gejala lainnya yakni sakit perut, diare dan muntah. Apabila mendapat gejala itu bisa segera memberi pertolongan pertama.
Pemkab Siak Lunasi Utang Hampir Rp200 Miliar, Sisanya Dicicil Hingga 2026
Aksi 179 Membara! Ojol Tuntut Bagi Hasil 90 Persen, Konvoi Kepung Istana hingga DPR
"Seperti minum air putih sebanyak mungkin, lalu minum obat penurun demam dan kompres dengan air dingin," ungkapnya.
Wabah DBD lebih dapat dicegah dengan menerapkan 3M Plus. Menguras dan membersihkan, menutup tempat air penampungan dan mengubur barang bekas atau barang berpotensi tempat berkembang biak nyamuk.**