JAKARTA - Rusia menyebut pembunuhan pemimpin politik Hamas, Ismail Haniyeh, sebagai "pembunuhan politik yang tidak dapat diterima".
"Ini adalah pembunuhan politik yang benar-benar tidak dapat diterima, dan ini akan memicu ketegangan lebih lanjut," kata Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Mikhail Bogdanov.
Bogdanov mengatakan pembunuhan ini juga akan berdampak negatif pada negosiasi gencatan senjata di Gaza.
Bupati Kampar Terima Audiensi PKS, Perkuat Sinergi Politik untuk Pembangunan Daerah
Menantu Dalangi Perampokan dan Pembunuhan Nenek di Pekanbaru
Rusia, yang memiliki hubungan dengan negara-negara Arab, Iran, Hamas, dan Israel, sering mengutuk kekerasan di wilayah tersebut dan menuduh Amerika Serikat mengabaikan kebutuhan akan negara Palestina yang merdeka.
Sementara itu, kelompok militan Palestina Hamas mengatakan pemimpin senior kelompok tersebut, Ismail Haniyeh, tewas dalam serangan setelah berpartisipasi dalam pelantikan Presiden Iran.