PEKANBARU- Besok helikopter jenis AS 350 B3A bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan (BNPB) tiba di Pekanbaru. Heli ini difungsikan sebagai patroli, memantau langsung Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
"Tadi kita sudah dapat informasi dari pusat, besok bantuan heli dari BNPB tiba di Pekanbaru atau paling lambat lusa," kata Kabid Kedaruratan BPBD Riau, Jim Gafur, Selasa (30/4/24).
Selain untuk patroli, heli buatan airbus ini juga bisa juga digunakan untuk kegiatan water bombing, jika diperlukan. Namun kapasitas bucket (pembawa air) hanya 800 liter.
1.071 KPM di Kampar Utara Terima KKS Tahap I 2026, Wabup Misharti Tekankan Bantuan Tepat Sasaran
Ratusan Warga Korban Kebakaran di Pulau Kijang Terima Bantuan Sembako dari BPBD Inhil
Heli patroli AS 350 B3A merupakan bantuan pertama yang akan diterima Riau, dari beberapa usulan permintaan bantuan untuk penanganan Karhutla.
BNPB juga sudah merespon akan mengirim bantuan heli khusus untuk penanganan water bombing. Belum diketahui jenis apa yang akan dikirim pemerintah pusat nantinya.
Namun, biasanya untuk kegiatan water bombing, BNPB mendatangkan jenis Kamov buatan Rusia dan Sikorsky buatan Amerika Serikat.
Bersama Patroli Terpadu, Bupati Zukri Tinjau Titik Karhutla di Desa Gambut Mutiara
Pemadaman Karhutla di Wilayah Riau Terus Berlanjut, Satgas Kerahkan Regu Darat dan Dukungan Helikopter
"Kalau dua jenis ini memang kapasitas bucket-nya memang besar. Sampai empat ribu liter," ujar Jim Gafur.
Usulan Pemerintah Provinsi Riau lainnya dalam hal penanganan Karhutla adalah pesawat Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang digunakan untuk penyemaian garam, membuat hujan buatan.
"Intinya usulan sudah direspon pusat. Namun untuk pesawat TMC ini didatangkan tidak serta merta. Sebelum pesawatnya datang, ada tim melakukan kajian dulu kemungkinan melakukan hujan buatan," papar Jim lagi.
Safari Ramadan di Sabak Auh, Bupati Siak Serahkan Bantuan untuk Masjid dan Ajak Warga Perkuat Ukhuwah
Safari Ramadan di Desa Karya Bakti, Bupati Kampar Serahkan Bantuan untuk Masjid
Lanjut Jim lagi, Juni hingga September diperkirakan Riau memasuki musim kemarau .Musim panas periode kedua ditahun 2024 ini durasinya lebih lama dibanding sebelumnya.*