|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Deslina | Penulis : PE*
Dalam pelaksanaannya, PHR bersama mitra pelaksana Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Riau telah melakukan intervensi sejumlah di sejumlah daerah dengan pemberian makanan tambahan bagi anak usia bawah dua tahun serta ibu hamil dengan kekurangan energi kronik. Bantuan alat produksi makanan tambahan (Dapur Sehat/ Dahsat) dan bantuan alat antropometri bagi Posyandu.
Selain itu, PHR bersama PKBI Riau rutin melakukan edukasi pencegahan stunting dengan melibatkan kader Posyandu, bidan desa dan PKK. Adapun penerima manfaat langsung sebanyak 80 kader posyandu, 186 balita stunting, 61 ibu hamil dan 2748 orang diedukasi terkait stunting. “Lebih 60 Posyandu diintervensi untuk pemenuhan kebutuhan gizi dan edukasi, 66 Ibu Hamil Kurang Energi Kronis (KEK) dan kurang lebih 186 Balita Stunting,” ujarnya.
Diharapkan dengan adanya program stunting dukungan PHR di tahun 2024 ini dapat mengeliminasi angka balita stunting di wilayah intervensi untuk mengejar target 14% prevalensi stunting di tahun 2024, yakni sesuai target Presiden RI Joko Widodo sebagai perwujudan Perpres Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting di Indonesia.
Dorong Prestasi Pelajar, PT BSP Fasilitasi 6 Siswa SMAN 2 Dayun Ikuti Program AFS Global STEM
Kolaborasi PT Arara Abadi, Universitas Riau dan Media Lakukan Mitigasi dan Sosialisasi Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan
“Program ini juga terlaksana atas kolaborasi multi pihak, yaitu mitra pelaksana Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia Wilayah Riau, BKKBN Provinsi Riau serta Dinas Kesehatan di tingkat kabupaten,” ucapnya.
Program penurunan angka stunting menunjukkan hasil positif. Seperti di Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak. Dua desa intervensi program PHR Penting di Pencing Bekulo dan Bekalar mengalami penurunan angka stunting cukup siginifikan.