|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Putrajaya | Penulis : Antara
PEKANBARU - Sejumlah dosen dari Universitas Islam Negeri (UIN) Suska Riau menggelar konferensi pers di Pekanbaru pada Selasa (19/9), menanggapi konflik yang tengah berkecamuk dengan Rektor mereka serta menyikapi video viral yang beredar beberapa waktu lalu.
Dalam konferensi pers tersebut, terlihat kehadiran tujuh dosen, yaitu Irwanda, Rony Riansyah, Iskandar Arnel, M Nuh, Alimudin, Rado Yendra, dan Masbukin, yang memberikan klarifikasi bantahan atas narasi yang disampaikan oleh Rektor Khairunnas Rajab kepada media, yang menurut mereka tidak sesuai dengan kenyataan.
Sebelumnya, Forum Dosen UIN Suska melaporkan dugaan tindak korupsi di kampus tersebut kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada bulan April 2023. Kemudian, pada 9 September 2023, Rektor UIN Suska melaporkan sejumlah dosen yang juga merupakan anggota Forum Dosen UIN Suska terkait dugaan pencemaran nama baik.
Kapolda Metro Rilis Tujuh Nama Polisi Diduga Pelindas Ojol Affan Kurniawan
Kasmudjo Bantah Jadi Dosen Pembimbing Jokowi
Rony Riansyah menjelaskan bahwa narasi dan potongan video yang beredar di publik tidak mencerminkan fakta sebenarnya. Ia membantah pernyataan Khairunnas yang mengklaim bahwa pada Jumat (8/9) pukul 13.00 WIB, para dosen menerobos ke dalam ruangan rektor sambil marah-marah dan memaki Rektor serta hendak memukulnya di hadapan beberapa pimpinan kampus dan dosen.
"Dia (rektor) mengatakan bahwa saya memaki dia dengan kata-kata 'anak anjing dan babi kau' dan hendak memukulnya tapi dia mengelak. Dibilang menerobos, masuk ke dalam ruangan rektor itu menggunakan kode akses. Dengan tegas kami menyatakan bahwa seluruh pernyataan Khairunnas dan koleganya adalah fitnah yang disebarluaskan di media," tegas Rony.
Rony juga membantah salah satu pernyataan dalam sebuah video yang beredar ketika di ruang rektor pada Sabtu (9/9) lalu, di mana Khairunnas mengaku diludahi oleh Rony di bagian mata dan rambutnya.
Kejagung Beberkan Peran Tujuh Tersangka Korupsi Minyak Mentah
Kasus Penghinaan Terhadap Dosen, Rektor UIN Suska Ditetapkan Jadi Tersangka
"Kami ini adalah dosen, bagaimana mungkin kami berperilaku tidak beretika. Kami disebutkan meludahi wajah hingga berlumuran di rambut dan mata. Namun, jika berbicara tentang cekcok mulut, itu memang benar. Kami melakukan itu bukan tanpa alasan," ungkap Rony.
Dalam video viral pertemuan di ruang rektor, Rony mengaku bahwa setelah memasuki ruangan rektor, ia mengajukan pertanyaan mengenai dugaan gratifikasi dalam pengadaan layanan internet di kampus, serta keluhan mengenai tidak dibayarkannya remunerasi kepada para dosen. Suasana memanas dan berujung pada cekcok mulut karena tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan dari rektor.
Rony mengatakan bahwa dirinya terpancing emosi oleh permainan dramatis yang dilakukan oleh Khairunnas. Pada saat itu, Khairunnas tiba-tiba menyerudukkan kepalanya sambil berkata, "Pukul, pukul lah," sebanyak tiga kali.
Koalisi Dosen Universitas Mulawarman Minta Presiden Hentikan Manuver Politik
PKM di SMP Negeri 1 Tualang, Dosen Prodi PBSI FKIP UIR Berikan Pelatihan Teknik Membaca Cerpen
"Pada panggilan ketiga, saya langsung berdiri, tetapi saya dicegah oleh petugas keamanan. Tiba-tiba Khairunnas menjauh dan teriak sambil menunjuk kepalanya, 'Ludah, ludah.' Kemudian, ia meminta petugas keamanan untuk mengambil foto keningnya," tambahnya.
Menurut Rony, jika ia benar-benar meludahi Khairunnas, maka orang pertama yang akan terkena dampaknya adalah petugas keamanan yang berdiri di antara dirinya dan Khairunnas.
Sumber: Antarariau