|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Putrajaya | Penulis : Republika
Pententuan Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah tidak hanya menyangkut kehidupan keagamaan umat Muslim, tetapi juga terkait kehidupan kebangsaan. Bahkan lebih luas lagi juga terkait dengan masyarakat dunia yang bukan hanya implementasi ibadah tetapi juga menyangkut urusan publik.
Lebih dari itu, yang paling penting yakni menyerap nilai puasa Ramadhan dengan seluruh rangkaian ibadahnya menjadikan Muslim di Indonesia dan di dunia semakin bertakwa dan semakin baik.
“Taqwanya itu melahirkan kebajikan bagi dirinya, keluarganya, masyarakat, bangsa, kemanusiaan semesta dan pada saat yang sama kaum muslimin dan umat beragama semakin dengan Allah SwT. Kaum muslimin di tengah perbedaan apalagi di saat kita sama pandangan dalam berbagai aspek semakin naik kelas meliputi keruhanian kita, kedewasaan berfikir, dan bahkan kearifan kita bertindak yang menebar rahmatan lil alamiin,” kata Haedar seperti dikutip republika.
RUPS LB PT. BSP, Hambali Pentingnya Sinergitas, dan Saling Memberikan Keuntungan
Kajati Riau Terima Kunjungan Pengurus PWI, dan Siap Saling Bersinergi
Selain itu, Prof Haedar juga mengimbau kepada pemerintah baik pusat maupun daerah untuk lebih bijaksana dalam mengayomi seluruh rakyat dan golongan berbeda dalam beridul fitri. “Itu hanya perbedaan dalam penentuan hari sehingga berikan kesempatan bagi yang tanggal 21 maupun tanggal 22 sebagai wujud dari jiwa kenegarawanan para pendiri dan elite bangsa yang dijamin konstitusi. Terakhir, harapan kami mari bangun Indonesia dan seluruh kehidupan keumatan, kebangsaan kita menjadi semakin maju, jaya, dan Indonesia milik kita bersama,” katanya. (*)