HOME / Riau

Setiap Hari Dilintasi 100 Truk Bermuatan 30 Ton Batu Bara

Gubernur Syamsuar Tinjau Kerusakan Jalan Lintas di Perbatasan Inhu - Inhil

Senin, 10 April 2023 | 20:51:54 WIB
Editor : des | Penulis : Putrajaya
 Gubernur Syamsuar Tinjau Kerusakan Jalan Lintas di Perbatasan Inhu - Inhil - Pekanbaruexpress
Gubernur saat meninjau kerusakan jalan di perbatasan Kabupaten Inhu dengan Kabupaten inhil.

PEKANBARU - Angkutan truk batu bara  yang keluar masuk dari atau menuju pelabuhan penampungan batu bara di perbatasan Indragiri Hulu (Inhu) dan Indragiri Hilir (Inhil) bisa mencapai 80 sampai 100 truk setiap harinya. 

Parahnya lagi, setiap truk pengangkut batu bara yang hilir mudik di jalan lintas tersebut bisa mencapai 30 ton. Akibatnya, kontur tanah rawa tersebut tidak mampu menahan beban berat. Jalan pun rusak parah. 

"Setiap hari angkutan batu bara antara 80 sampai dengan 100 truk. Berat masing-masing truk 30 ton," kata petugas security pelabuhan penampungan batu bara, Azis, Senin (10/4/23). 

Baca :

Hilir mudik truk batu bara memuat angkutan setiap harinya ke Peranap. Namun, dia tak merincikan dari mana bahan baku batu bara berasal termasuk didistribusikan kemana saja. 

Security pelabuhan penampungan batu bara di perbatasan Inhil-Inhu ini sebelumnya terlibat perbincangan bersama Gubernur Riau (Gubri) setelah gagal menemui pimpinan perusahaan yang dilaporkan tak berada di tempat. 

Tak diketahui persis apa saja percakapan antara Gubri dan security perusahaan batu bara itu. Namun, Syamsuar sempat menduga, bahwa muatan angkutan batu bara yang mencapai 30 ton ini sebagai perusak jalan. 

Baca :

Sebelumnya, saat meninjau perbaikan jalan di jalan lintas Rengat - Tembilahan, khususanya saat berada di ruas jalan Kuala Cenaku, Syamsuar juga mengulas kerusakan jalan yang menghubungkan dua kabupaten tersebut disebabkan angkutan batu bara yang hilir mudik di jalan itu. 

Syamsuar menyatakan harus ada penyelesaian yang diharapkan menjadi jalan keluar nantinya. Sehingga, permasalahan angkutan ini bisa diatasi bersama.

"Jangan sampai kita cuma kebagian jalan rusak. Nanti kita panggil, harus ada solusi penyelesaiannya," ungkapnya seperti dikutip riaugoid.

Baca :

Dirinya juga menyatakan akan memanggil pimpinan perusahaan batu bara dalam waktu dekat untuk mencari solusi bersama. Salah satu solusi yang ditawarkan, agar tak merusak jalan, angkutan batu bara bisa memanfaatkan jalur sungai.

Dengan begitu dunia usaha juga tetap berjalan, lalu lintas warga di jalan juga tidak terganggu.  

"Ini truk (batu bara) muatannya 30 ton. Macam mana tak hancur jalan," ujar Syamsuar. (mtr) 

Baca :


Pilihan Editor
Berita Lainnya
nusantara
Kemenhaj Ingatkan Masyarakat Waspadai Badal Haji Fiktif
Jumat, 12 Juni 2026 | 16:26:52 WIB
Pasar
Wajah

Artikel Popular
2
politikus
Jazuli: Nilai Undang Undang Pemilu Perlu Revisi
Jazuli: Nilai Undang Undang Pemilu Perlu...
Jumat, 3 Januari 2025 | 16:30:00 WIB
Politik
Riau dan Gagalnya Mimpi Wisata
Riau dan Gagalnya Mimpi Wisata
Senin, 5 Mei 2025 | 11:59:34 WIB
Tradisi Unik yang Penuh Makna dan Keseruan
Tradisi Unik yang Penuh Makna dan Keseruan
Minggu, 16 Maret 2025 | 10:04:32 WIB
Bali Destinasi Wisata Nomor Satu di Asia-Pasifik
Bali Destinasi Wisata Nomor Satu di Asia-Pasifik
Kamis, 13 Maret 2025 | 11:56:04 WIB