|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Putrajaya | Penulis : Rizky Suryarandika
JAKARTA - Kapolda Jambi, Irjen Rusdin Hartono dan sejumlah perwira berpangkat Komisaris Besar (Kombes) mengalami kecelakaan setelah helikopter yang mereka tumpangi mendarat daurat di Desa Tamiai, Kcamatan Batang Merangin, Kabupaten Kerinci, Minggu (19/2/2023). Diduga cuaca buruk menganggu terbangnya helikopter yang mereka tumpangi.
"Cuaca buruk dan kabut sehingga mau tidak mau ada kondisi dimana terpaksa dilakukan pendaratan darurat. Untuk (penjelasan) selanjutnya nanti," kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kepada wartawan, Minggu(19/2/2023).
Kapolri menjelaskan, helikopter BKO Polda Jambi pada Minggu 19 Februari 2023 berangkat sekitar pukul 09:30 WIB dari bandara Sultan Thaha Jambi dengan tujuan Bandara Depati Parbo. Heli terbang dari Kota Jambi menuju Kota Sungai Penuh untuk melaksanakan kunjungan kerja yaitu meresmikan Kantor SPKT Polres Kerinci dan pengamanan kunjungan eks Wapres RI Jusuf Kalla di Kerinci.
Namun pada pukul 11.02 WIB, Posko Polda Jambi memperoleh laporan dari kru Heli Bell 412 SP Reg P-3001 diperkirakan jatuh, yaitu di Desa Tamiai Kecamatan Batang Merangin, Kabupaten Kerinci.
"Peresmian salah satu kantor kita dan juga kegiatan lain ke arah Kerinci tiba-tiba mengalami lost contact di jam 11.20 dan kemudian kita mendapatkan informasi bahwa telah dilakukan pendaratan darurat," ujar Sigit.
Kapolda Metro Rilis Tujuh Nama Polisi Diduga Pelindas Ojol Affan Kurniawan
Dihadapan Pelaku Usaha, Kapolda Sebut Bupati Siak Tokoh Lingkungan
Kapolri menyebut lokasi kunjungan terbilang jauh sehingga rombongan perlu menggunakan heli. Tujuannya agar tiba lebih cepat di tujuan. "Ya tentunya dari Jambi ke Kerinci kan jaraknya jauh sehingga kita harus menggunakan helikopter," ujar Sigit seperti dilansir republika.
Kapolri menyebut heli mendarat darurat di kawasan perbukitan. Untuk saat ini, tim penyelamat tengah menuju kesana. "Ya karena tempatnya ada di suatu ketinggian ya dimana tempatnya di ketinggian tersebut butuh waktu ya (untuk penyelamatan)," ujar Sigit.