POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Home Kuansing

Percepatan UHC, Kabupaten Kuansing Luncurkan Inovasi Berbasis Digital, AKu-SIGAP

Berobat Kini dalam Genggaman, Semakin Mudah dan Gratis

Rabu, 5 Oktober 2022 | 16:21:02 WIB

Editor : Rinalti Oesman | Penulis : DL

Berobat Kini dalam Genggaman, Semakin Mudah dan Gratis
Plt Bupati Kuansing Drs H Suhardiman Amby AK MM meluncurkan Aplikasi Kuansing  Aku-Sigap didampingi Kadiskes Provinsi Riau Zainal Arifin, Senin (3/10-2022). Foto: DL

AKSES utama pelayanan kesehatan,  upaya meringankan beban biaya pengobatan sebagai tempat pengobatan dan pemulihan. Mudah dan cepatnya akses fasilitas kesehatan diperoleh itu hal utama.

Namun fakta di lapangan, masih minimnya sarana pelayanan, serta banyaknya ekonomi masyarakat miskin ditambah keterbatasan SDM tenaga kesehatan di beberapa daerah terpencil, tak jarang  jadi momok menakutkan. Bukan hoak, kalau ada pasien yang ditolak di fasilitas kesehatan.

Disinilah peran pemerintah, bagaimana kebijakan yang dibuat daerah berpihak ke masyarakat. Penggunaan instrumen kebijakan wajib ini harus terlihat dari besarnya peran pemerintah dalam pelayanan kesehatan tanpa ada campur tangan swasta. Faktor pendukung terdiri dari: dukungan penuh pembiayaan fasilitas medis, biaya operasional sarana kesehatan, dan pemenuhan SDM tenaga medis.

Baca :

Aturan yang menjadi landasan kerja pelayanan dan kunjungan pasien yang terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Sedangkan faktor yang dapat menghambat peningkatan kualitas pelayanan kesehatan meliputi: tidak seimbangnya rasio antara jumlah para medis dengan pasien, masih kecilnya tunjangan daerah bagi pegawai rumah sakit, masih minimnya program pengembangan SDM, dan terbatasnya sarana & prasarana rumah sakit.

Memangkas tantangan dunia kesehatan ini, Bupati Kuansing Drs H Suhardiman Amby AK MM maju selangkah lebih awal memikirkan strategi peningkatan pelayanan kesehatan dan tantangan menghadapi permasalahan kesehatan di daerahnya.

Dimana Pemerintah Kabupaten Kuansing melalui Dinas Kesehatan (Diskes) meluncurkan Aplikasi Kuansing  Aku-Sigap. (Aku),Sehat Inovatif Siaga dan Pelayanan Prima (Sigap) yang dilakukan oleh Plt Bupati Kuansing Drs H Suhardiman Amby AK MM dalam rangkaian penetapan penerapan BLUD 25 UPTD Kesehatan, Senin(3/10-2022) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Kuansing, turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Riau Zainal Arifin, forkopimda, camat serta kepala UPTD Kesehatan Kuansing maupun BPJS Kesehatan.

Baca :

Kebijakan AKu-SIGAP yang diluncurkan Plt Bupati Kuansing Drs H Suhardiman Amby AK MM, bukan kebijakan yang sepotong-potong,tapi sepaket dalam upaya membangun strategi baru dalam pelayanan kesehatan masyarakat Kabupaten Kuansing secara prima. Baru dicanangkan,tapi ini sebuah keputusan maju selangkah dibandingkan Kabupaten/ Kota di Provinsi Riau, setelah Kabupaten Pelalawan. Dimana biaya pemeliharaan kesehatan masyarakatnya murni dalam tanggungan pemerintah daerahnya.

" Kita ingin masyarakat bisa mendapat pelayanan kesehatan gratis melalui BPJS Kesehatan, salah satu caranya dengan menyiapkan seluruh rawat inap, paramedis, anggaran yang cukup (10% dari APBD) dan lainnya. Mimpi saya, di tahun 2030, meskipun Kabupaten Kuansing sebuah kabupaten yang kecil, tapi harus menjadi lebih hebat. Kabupaten Kuansing bisa ambil bagian dalam pelayanan kesehatan, bukan hanya untuk Kuansing semata, kalau bisa untuk Provinsi Riau, kalau dapat lagi, bisa secara Nasional," ungkap Suhardiman di depan awak media usai peluncuran aplikasi AKu-SIGAP.

Mimpi besar Suhardiman, ada landasan dasarnya menggesa perbaikan infrastuktur kesehatan, tenaga medis dan peralatan kesehatan. Apalagi semua UPTD Kesehatan di Kuansing sudah menerapkan BLUD (Badan Umum Layanan Daerah).

Baca :

Dengan pola ini, maka UPTD Kesehatan bisa menggunakan dana operasionalnya sesuai kebutuhan. Namun untuk memberikan pelayanan kesehatan yang prima, harus didukung pula dengan sumber daya yang mumpuni. Untuk menuju itu, pemkab melakukan kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi untuk mencetak SDM Kuansing yang tangguh. 

'Sepuluh orang mahasiswa Kuansing sudah kita kirim tahun ini ke Fakultas Kedokteran Universitas Riau. Tahun depan dan selanjutnya, kita ingin kerja sama dengan UGM dan UI. Semuanya kita biayai. Mahasiswa Kuansing disekolahkan ini, harus mengabdi ke Kuansing. Bila ini berjalan, maka tahun 2027 Kuansing sudah punya sumber daya manusia di bidang kesehatan yang handal, "jelas Suhardiman.

Benahi Hambatan sambil Jalan

Baca :

Sementara Plt .Kadiskes Kabupaten Kuansing Jafrinaldi mengatakan, sebanyak 25 UPTD Kesehatan yang ada di Kuansing walau tidak memiliki fasilitas yang sama, diakuinya sudah siap untuk menerapkan aplikasi AKU-SIGAP. Ini juga diperkuat pengakuan sejumlah kepala UPTD Kesehatan Kabupaten Kuansing yang ada dalam kunjungan ke UPTD kesehatan (Puskesmas) Kecamatan Kuantan Tengah.

Jafrinaldi mengatakan, penerapan aplikasi Aku-Sigap akan mempercepat mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) di Kuansing. Untuk mencapai UHC, Kuansing butuh pencapaian 95 persen yang masuk dalam jaminan kesehatan nasional (JKN) . Saat ini Kabupaten Kuansing yang baru mencapai 80,70 persen. Kekurangan itu, harus segera dimasukkan. 

Dengan adanya pelayanan berbasis digital dengan pelayanan 24 jam ini, masyarakat Kuansing bisa menyampaikan keluhan kesehatan mereka, dan langsung mendapatkan tanggapan dari dokter. Soal pemberian resep obat, Jafrinaldi mengatakan, karena pemberian resep cukup rawan, takut disalahgunakan. Pihak Diskes Kabupaten Kuansing sudah menjajaki kerjasama dengan Asosiasi Apoteker Indonesia (API) terkait diberlakukannya layanan digital Aplikasi AKU-SIGAP ini.

Baca :

"Kita sedang menjajaki kerjasama soal pemberian resep. Dan dimana obat bisa diambil, salah satunya bisa langsung di puskesmas," jelas Jafrinaldi.

Agar target dapat terealisasi,Jafrinaldi menyatakan sejumlah tahapan telah dirumuskan, yang di antaranya dengan mengembangkan integrasi data kesehatan berbasis individu. Apalagi pihaknya juga menyadari penerapan aplikasi Aku-Sigap berbasis digital dengan media handphone ini memang perlu sosialisasi yang gencar maupun edukasi melalui media cetak dan elektronik,sosial media, iklan layanan masyarakat, atau tatap muka dengan masyarakat.

Karena tidak semua masyarakat memiliki handphone berbasis android, terutama masyarakat di desa yang agak terpencil yang banyak gagap teknologi, serta ketidakstabilan jaringan internet(telekomunikasi). Semua kekurangan yang ditemui dilapangan akan dibenahi sambil jalan, jelas Jafrinaldi.

Baca :

Hal ini juga diakui salah satu Kepala UPTD Kesehatan di Kabupaten Kuansing, di lokasinya sinyal internet suka hilang timbul. Namun dirinya mengakui, sangat siap mensosialisasikan penerapan aplikasi Aku-Sigap berbasis digital ini kepada masyarakat di daerah layanannya.

Soal jaringan ini diakui Japrinaldi bukan tidak ada sinyal, tapi hilang timbul,ini juga sedang dijajaki dengan pihak vendor jaringan seluler. " Mungkin bangun tower itu mahal, terutama di daerah yang perolehan sinyal belum stabil. Namun akan ada upaya Dinas Kesehatan Kuansing untuk mencari solusinya.

Pelayanan berbasis digital AKu- Sigap ini tentunya harus dibarengi kualitas Pelayanan Klinik, Pelayanan cepat dan tanggap. Karena sebagian besar pasien ingin dilayani dengan cepat dan tanggap. Harus miliki pelayanan customer service (admin) untuk Mendengar keluhan pelanggan, Menjaga kesabaran, Menjaga kesopanan, Mencari solusi yang tepat, Mengakui kesalahan, Minta feedback dari pasien.

Aplikasi AKu-SIGAP yang akan diterapkan di 25 UPTD Kesehatan Puskesmas, melalui Badan Layanan Umum Daerah (BLUD)juga akan memberikan peluang bisnis bagi UPTD Kesehatan karena dapat mengelola dananya secara mandiri. 

"Puskesmas harus menerapkan Badan Layanan Umum Daerah (BULD)karena lebih memudahkan dalam pengelolaan keuangan sendiri, tidak perlu menunggu dana APBD-P disahkan. Maka ini harus digesa. Di mana Provinsi Riau segera menerapkan e-BLUD di tahun 2023," jelas Kadiskes Kesehatan H Zainal Arifin Skm, MM disela-sela launcing aplikasi Aku-SIGAP Kabupaten Kuansing.

Salah satu tenaga medis di Puskesmas Kecamatan Kuantan Tengah mengatakan, selama ini pelayanan 24 jam rawat inap baru diberlakukan untuk pasien melahirkan atau yang sifatnya sangat emergency karena dibiayai oleh BPJS Kesehatan.

"Kita baru sebatas melayani pasien yang akan bersalin.Jika diberlakukannya Aplikasi Aku-SIGAP yang mengharuskan UPTD Kesehatan buka 24 jam, tentu kita akan siap, apalagi dilengkapi alat kesehatan yang makin memadai," aku petugas ini yang hanya tertawa saat ditanya namanya. ***


 


Pilihan Editor
Berita Lainnya
riau
BMG Perkirakan Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah di Riau
Senin, 12 Januari 2026 | 08:43:00 WIB
riau
BMG Perkirakan Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah di Riau
Senin, 12 Januari 2026 | 08:43:00 WIB
hukum
Status Hukum Naik, Yaqut Terseret Kasus Korupsi Kuota Haji
Jumat, 9 Januari 2026 | 20:43:00 WIB
siak
Bupati Siak Rangkul Lawan Politiknya, Afni: Kami Sudah Move On
Jumat, 9 Januari 2026 | 12:49:00 WIB
Pasar
Wajah
Trump Nyentil, Clooney Pindah Warga Negara
Trump Nyentil, Clooney Pindah Warga Negara...
Sabtu, 3 Januari 2026 | 15:54:52 WIB
Artikel Popular
1
2
3
politikus
Jazuli: Nilai Undang Undang Pemilu Perlu Revisi
Jazuli: Nilai Undang Undang Pemilu Perlu...
Jumat, 3 Januari 2025 | 16:30:00 WIB
Politik
Bawaslu Kampar Berharap Lahir Kerjasama Kedua Pihak
Bawaslu Kampar Berharap Lahir Kerjasama Kedua...
Rabu, 15 Oktober 2025 | 23:50:18 WIB
Riau dan Gagalnya Mimpi Wisata
Riau dan Gagalnya Mimpi Wisata
Senin, 5 Mei 2025 | 11:59:34 WIB
Tradisi Unik yang Penuh Makna dan Keseruan
Tradisi Unik yang Penuh Makna dan Keseruan
Minggu, 16 Maret 2025 | 10:04:32 WIB
Bali Destinasi Wisata Nomor Satu di Asia-Pasifik
Bali Destinasi Wisata Nomor Satu di Asia-Pasifik
Kamis, 13 Maret 2025 | 11:56:04 WIB