|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Rinalti Oesman | Penulis : PE/DL
PEKANBARU -- Anggaran yang terbatas membuat Pemerintah Kota Pekanbaru meninjau kembali rencana pembelian mobil listrik untuk kendaraan dinas. Pembelian mobil listrik ini sesuai instruksi dari mempelajari dulu terkait instruksi Presiden RI Joko Widodo.
Mereka mengaku bakal mempelajari instruksi yang ada. Apalagi kondisi keuangan pemerintah kota belum membaik.
"Kita masih pelajari dulu, memang ada instruksi pusat ya, tapi kondisi keuangan pemerintah belum membaik," jelas Pj Wali Kota Pekanbaru Muflihun, Jumat (30/9-2022).
Bupati Siak Rangkul Lawan Politiknya, Afni: Kami Sudah Move On
Imigrasi Pekanbaru Lakukan Perombakan, Posisi Strategis Kini Diisi Wajah Baru
Dirinya menilai penggunaan mobil listrik di pemerintah adalah awal untuk mengurangi polusi. Ia menyebut bahwa mobil listrik tentu lebih hemat dari kendaran saat ini.
"Namun sekarang kondisi keuangan pemerintah kota masih belum stabil, maka bekum bisa kita putuskan," ulasnya.
Muflihun menyebut bahwa pemerintah kota belum bisa memutuskan untuk membeli kendaraan dinas berupa mobil listrik atau tidak. Ia menyadari kondisi keuangan daerah terbatas karena target pendapatan daerah belum tercapai.
Bupati Zukri Tinjau Progres Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih di Terantang Manuk
Perkuat Kinerja Organisasi, Imigrasi Pekanbaru Lantik Pejabat Baru
"Sementara kita masih harus belanja daerah, bisa saja kemungkinan ada tunda bayar karena kondisi ini," paparnya.
Dirinya menegaskan kepada para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar menghapus ada lagi kegiatan yang tidak penting. Cara ini untuk mengurangi beban tunda bayar.
Ada kemungkinan jumlah tunda bayar bisa bertambah. Ia mengingatkan agar jajaran pemerintah kota jangan salah menghitung pendapatan dan belanja daerah.
Kasus SPPD Diduga Fiktif DPRD Riau Akan Digelar di Mabes Polri
Mulai 1 Januari 2026, Parkir di Indomaret–Alfamart di Pekanbaru Gratis
"Yang tidak penting tidak usah dikerjakan, untuk mobil listrik masih kita pikirkan karena kondisi keuangan," terangnya.