|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : apitrajaya | Penulis : Ahmad Rafles/*
PELALAWAN -- Konflik manusia dan buaya memakan korban bernama Katius Zebua (21), saat sedang mencari ikan di Kecamatan Bandar Petalangan Kabupaten Pelalawan, Sabtu (18/6/2022).
Korban ditemukan tim gabungan pada Sabtu (18/6/2022) sekitar pukul 03.00 WIB dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Kepala Wilayah I BKSDA Riau Hansen Siregar mengatakan, korban diketahui menjadi korban setelah diberitahu temannya, yang ikut mencari ikan.
Rapat Koordinasi HPN 2026, Pemprov Banten dan Panitia Mensinergikan Peran
PWI Dorong Pemerataan Hunian Layak bagi Wartawan, Tapera Pastikan Akses Pembiayaan Terbuka
Hansen menceritakan, kronologis kejadian berawal saat korban datang ke lokasi untuk mencari ikan bersama temannya, pada Jumat (17/6/2022) sore sekitar pukul 17.00 WIB.
Tiba di lokasi, korban langsung menebar jala di kanal batas PT CAS. Namun, tiba-tiba jala tersangkut di kayu.
Melihat hal itu, Katius Zebua langsung masuk ke dalam kanal, untuk melepaskan jala tersebut. Namun, tiba-tiba ia diserang seekor buaya dan langsung ditarik ke dasar kanal.
Pastikan Ketersedian Air ke Sawah Warga, Bupati Afni Bentuk Satgas Bersama
KPK Geledah Kantor Dinas Pendidikan Riau, Diduga Terkait Kasus Korupsi Gubernur Nonaktif Abdul Wahid
“Korban sempat ditolong temannya namun tidak berhasil,” kata Hansen.
Karena tidak berhasil, teman korban berlari mencari pertolongan kepada pihak perusahaan PT CAS dan melaporkan kepada Kepala Desa Terbangiang, terkait kejadian tersebut.
Setibanya di lokasi, tim gabungan melakukan penyelusuran di kanal PT CAS untuk mencari keberadaan satwa buaya yang menyerang korban, namun tidak menemukannya.
HUT ke-12 Tahun, BSP Zapin Terus Tumbuh dan Memberikan Manfaat Nyata bagi Lingkungan Sekitar
Sutikno Resmi Pimpin Kejaksaan Tinggi Riau, Gantikan Akmal Abbas yang Purna Tugas
Hingga Sabtu dinihari tim yang melakukan pencarian, akhirnya membuahkan hasil sekitar pukul 03.00 WIB.
“Informasi dari masyarakat buaya yang menyerang korban jenisnya Sinyulong,” kata Hansen.
Selain itu pengamatan petugas, di lokasi kejadian diketahui merupakan habitat buaya. Karena lokasi tersebut merupakan hamparan rawa dan dialiri oleh Sungai Kerumutan yang terkoneksi dengan kanal milik PT. CAS, ketika curah hujan tinggi dan banjir.
SMSI Riau Akan Berikan Penghargaan Media Siber Award 2025 untuk Tokoh dan Mitra Kerja
Goes To School, SMSI Inhil Bagikan 80.000 Susu dan Edukasi Cerdas Bermedia
“Mencegah peristiwa tersebut terulang kembali, tim melakukan sosialisasi dan menghimbau kepada masyarakat agar berhati-hati beraktivitas disekitar sungai dan kanal yang memang merupakan habitat buaya,” ujar Hansen.
Pesan lainnya, tim juga mengingatkan kepada masyarakat agar tidak memburu dan membunuh buaya tersebut karena dilindungi oleh undang-undang.