|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : red | Penulis : PE/CNN
JAKARTA -- Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mendesak dunia untuk menghapus hak veto Rusia di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). Pasalnya, Zelenskiy menegaskan tindakan Rusia invasi Ukraina sudah masuk kategori tanda-tanda pembunuhan massal atau genosida.
"Ini merupakan teror. Mereka akan lebih mengebom kota-kota Ukraina kami, mereka akan lebih membunuh anak-anak kami secara halus. Ini adalah kejahatan yang telah mendatangi tanah kami dan harus dihancurkan," kata Zelenskiy dalam pesan video singkat, mengutip Reuters, Minggu (27/2-2022) seperti dilansir CNN Indonesia.
"Tindakan kriminal Rusia terhadap Ukraina menunjukkan tanda-tanda genosida," tambah Zelenskity.
Borok BUMD Riau Terungkap, Eks Direksi PT SPR Diduga Tilep Rp33 Miliar!
Kejati Kepri Geledah Kantor Jasa Kapal Batam, Ungkap Dugaan Korupsi Rp4,4 Miliar
Sebelumnya Rusia mengajak Ukraina untuk melakukan negosiasi demi menghentikan perang. Namun, Zelensky menolak melakukan negosiasi di Belarus dengan Rusia. Ia kemudian mengajukan empat lokasi beberapa di antaranya Hungaria dan Turki.
Alasan Zelensky menolak negosiasi di Belarus karena negara tersebut menjadi landasan peluncuran invasi Moskow ke Ukraina.