PEKANBARU - Riau berpeluang menjadi tuan rumah pelaksanaan event Swayamvara Tripitaka Gatha (STG) XVIII tahun 2020 mendatang. Riau bersaing dengan Sumatera Selatan, Bali dan Jawa Timur.
Hal tersebut dikatakan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama (Kemenag) RI, Caliadi kepada wartawan usai menghadiri pelantikan Pengurus Daerah Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Provinsi Riau masa bakti 2019-2023 di Pekanbaru, belum lama ini.
Dikatakannya, STG XVIII 2019, yaitu semacam MTQ pada umat Islam, nantinya akan memperebutkan Piala Presiden RI dan langsung dibuka Presiden RI. Diikuti oleh seluruh umat Buddha di tanah air. Dan diperkirakan dihadiri sekitar 5.000 peserta.
Kampar Kembali Gelar Kejurnas Motoprix Region A Sumatera Seri 3 Riau 2026
12 Gajah Liar Masuk Perkebunan di Rumbai, Tim Gabungan Lakukan Penghalauan
Mengenai peluang Riau menjadi tuan rumah, Caliadi menjelaskan, tergantung dukungan anggaran dari Pemerintah Provinsi Riau, pasalnya banyak provinsi lain yang minta juga menjadi ruan rumah.
"Nantinya akan dilakukan audiensi dengan Gubernur Riau dan persiapan lainnya terkait pelaksanaan event ini," jelasnya.
Dikatakannya, aspek masyarakat Riau yang sangat mendukung keberagaman menjadi nilai tambah untuk pelaksanaan STG. Ditambah lagi adanya Candi Muara Takus yang merupakan peninggalan sejarah umat Buddha.
Bersama SKK Migas dan BPKP, Penentuan Direktur BSP Kini di Tangan Bupati Siak
Bupati Siak Jajaki Pendirian UNU Pertama di Riau dan Sekolah Rakyat di Mempura
"Kita berharap Riau bisa menjadi tuan rumah STG mendatang," pungkasnya.*