|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : molly wahyuni | Penulis : molly wahyuni
Selama masa pandemi, kegiatan pembelajaran anak-anak panti asuhan Aisiyah Wilayah Riau sama halnya dengan siswa sekolah lain pada umumnya, yakni lebih banyak dilakukan secara dalam jaringan (daring). Sebagai kegiatan yang dapat membantu siswa untuk peduli lingkungan dan tetap memiliki aktivitas yang sehat, dilaksanakan kegiatan bercocok tanam.
Tim Pengabian Masyarakat Dosen Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Aisyiyah Riau Suparmi MPd.E didampingi Asri Neli Putri MPd.E, Selasa (28/9) mengatakan bahwa kegiatan bercocok tanam yang dibimbing bercocok tanam di lahan sempit dengan metode veltikultur. Turut serta membantu kegiatan tersebut mahasiswa Haris Prayoga, Yosi Ardila dan Awly Ramadhani.
Dikatakannya, selain memiliki manfaat untuk tetap menjaga kebugaran tubuh anak-anak panti, kegiatan ini juga dapat membuka peluang untuk berwirausaha dalam meningkatkan pendapatan panti dan untuk konsumsi bagi anak-anak panti asuhan.
Rp28 Miliar Bansos Pemprov Riau untuk 95 Panti Mulai Disalurkan
Karya Seni Residensi Seniman Riau Libatkan Anak-anak Malako Kociak
“Selama ini pengurus panti asuhan sudah mengupayakan untuk memberikan makanan dan asupan yang sehat untuk anak-anak. Dengan kegiatan ini tentu akan menghemat pengeluaran pengurus dan meningkatkan keterampilan anak dalam bercocok tanam,’’ungkapnya.
Ilmu dan keterampilan ini bisa dipraktekkan di daerah asal anak-anak panti ketika mereka sudah tidak tinggal lagi di panti asuhan nanti. Pelatihan ini merupakan bagian dari Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan oleh Dosen STKIP Aisyiyah Riau dan difasilitasi oleh PP. Aisyiyah melalui Hibah Kompetitif.