|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : red | Penulis : Ahmad Rafles
PANGKALANKERINCI--Beredar informasi tentang matinya ikan di Sungai Kampar, persisnya di Desa Sering Kabupaten Pelalawan, di waterintack tempat pembuangan akhir limbah perusahaan besar RAPP Group di Pangkalan Kerinci, Rabu dini hari, 24/3/2021.
Temuan matinya ikan ini hasil investigasi yang dilakukan para nelayan Sungai Kampar, ketua BPD Kuala Terusan dan aktivis muda setempat, Tauhid Marifatullah.
Menurut Tauhid Marifatullah, hasil temuan di lokasi sungai seperti tercemar limbah perusahaan, seperti air hangat berasap, air bau Kimia yang menyengat hidung, perubahan warna air,dan banyak ragam ikan yang mati.
Rapat Koordinasi HPN 2026, Pemprov Banten dan Panitia Mensinergikan Peran
PWI Dorong Pemerataan Hunian Layak bagi Wartawan, Tapera Pastikan Akses Pembiayaan Terbuka
"Kami menyayangkan dan kecewa dengan apa yang terjadi. Kondisi tentunya berdampak buruk terhadap kami sebagai masyarakat tempatan Sungai Kampar yang hidup di sungai ini,'' timpal satu nelayan.
Harapannya sebagai masyarakat nelayan, meminta pihak pihak terkait untuk meninjau ulang kembali aliran limbah perusahaan RAPP (APRIL Group).
Sementara Humas PT RAPP(Riau Andalan Pulp and Paper) Budi Firmansyah saat dihubungi media ini terkait informasi beredarnya ikan mati di sekitar muara kanal outlet PT RAPP di Sungai Kampar mengatakan, telah dilakukan pengambilan sampel.
Jejak Kontroversi Lingkungan dan Sejarah Kepemilikan Toba Pulp Lestari
Pemkab Siak Pastikan 6.323 Mahasiswa Terima Bantuan Beasiswa Tahun 2025
Sampel dilakukan untuk pemeriksaan penyebab kematian ikan-ikan tersebut oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pelalawan.
"Tim Operational dan Environment Department PT RAPP telah melakukan penelusuran ke kanal outlet perusahaan. Ikan-ikan mati tersebut hanya ditemukan di sekitar muara kanal outlet di Sungai Kampar. Sementara di bagian hulu kanal yang mengarah ke pabrik tidak ada ditemukan ikan-ikan yang mati,''jelas Budi.
Perusahaan memastikan tidak ada permasalahan pada sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) perusahaan. Apalagi PT RAPP memiliki komitmen yang kuat dalam melakukan pemantauan dan pengawasan sistem pengolahan limbah.
Pastikan Ketersedian Air ke Sawah Warga, Bupati Afni Bentuk Satgas Bersama
Operasional Bandara Khusus Dipertanyakan, DPR Minta Dugaan Peran Oknum Pejabat Diusut
Kualitas air olahan yang disalurkan dari IPAL menuju Sungai Kampar terpantau secara terus menerus menggunakan teknologi yang terkoneksi langsung dalam sistem jaringan monitoring Kementerian LHK untuk memastikan kualitas air masih berada dalam batas baku mutu yang ditetapkan pemerintah.
Perusahaan melakukan koordinasi intensif dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pelalawan, terkait hal ini, tuturnya.