|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : red | Penulis : Ahmad Rafles
PANGKALANKERINCI--Beredar informasi tentang matinya ikan di Sungai Kampar, persisnya di Desa Sering Kabupaten Pelalawan, di waterintack tempat pembuangan akhir limbah perusahaan besar RAPP Group di Pangkalan Kerinci, Rabu dini hari, 24/3/2021.
Temuan matinya ikan ini hasil investigasi yang dilakukan para nelayan Sungai Kampar, ketua BPD Kuala Terusan dan aktivis muda setempat, Tauhid Marifatullah.
Menurut Tauhid Marifatullah, hasil temuan di lokasi sungai seperti tercemar limbah perusahaan, seperti air hangat berasap, air bau Kimia yang menyengat hidung, perubahan warna air,dan banyak ragam ikan yang mati.
PWI Dorong Pemerataan Hunian Layak bagi Wartawan, Tapera Pastikan Akses Pembiayaan Terbuka
Jejak Kontroversi Lingkungan dan Sejarah Kepemilikan Toba Pulp Lestari
"Kami menyayangkan dan kecewa dengan apa yang terjadi. Kondisi tentunya berdampak buruk terhadap kami sebagai masyarakat tempatan Sungai Kampar yang hidup di sungai ini,'' timpal satu nelayan.
Harapannya sebagai masyarakat nelayan, meminta pihak pihak terkait untuk meninjau ulang kembali aliran limbah perusahaan RAPP (APRIL Group).