|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : red | Penulis : Ahmad Rafles
PEKANBARUEXPRESS(LANGGAM)--Pasca banjir,turap atau dinding beton pembatas jalan dengan Sungai Kampar menuju Danau Tajwid di Kelurahan Langgam, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan kembali roboh.
Warga menduga, robohnya turap untuk kedua kali disisi berbeda, lebih disebabkan dangkalnya tiang pancang beton. Dan terkesan kontraktor mengerjakan proyek ini asal jadi.
"Ya saya berkeyakinan pancang turap atau dinding beton dangkal. Sehingga tidak kuat menahan kelembaban tanah serta gelombang air Sungai Kampar," jelas warga Langgam, Yusbidar, Senin (14-12-2020).
Wakil Bupati Kampar Serahkan Bantuan Korban Kebakaran di Desa Danau Bingkuang
Geosite Sipinsur Manjakan Mata dengan Panorama Eksotis Danau Toba
Yusbidar tidak mengetahui pasti kapan persis turap tersebut roboh, namun ia memperkirakan sepekan belakangan ini.
Ditambahkan bapak 3 orang anak ini, bahwa untuk panjang turap yang roboh mencapai 30 meter lebih. Dan sebelumnya, juga roboh disisi berbeda diperkirakan hanya 10 meter lebih dari total panjang turap mencapai 150 meter lebih.
Menurut informasi yang didapat media, bahwa proyek Pemerintah Kabupaten Pelalawan ini bernilai kontrak senilai Rp6 miliar, dan baru dibayarkan Rp2 miliar lebih, kerekanan PT Raja Oloun, yang bersumber dari APBD Pelalawan Tahun Anggaran (TA) 2018.
Ekspedisi Danau Toba, Energi Baru Mempertahankan UGG
Ditemukan Meninggal, Remaja yang Tenggelam di Danau PLTA Koto Panjang
PekanbaruExpress.com yang mencoba mengkonfirmasikan hal itu ke manajemen rekanan, PT Raja Oloun, ternyata yang berkompenten untuk menjawab persoalan tersebut tidak berada ditempat. Hal ini disampaikan staf di perusahaan yang menerima telponan.