Dahlan juga mengulas latar belakang Afni yang disebut berhasil memenangkan Pilkada melalui proses panjang hingga dua kali menghadapi sengketa di Mahkamah Konstitusi. Ia menggambarkan Afni sebagai putra daerah bergelar doktor yang sebelumnya dikenal sebagai jurnalis dan pernah menjabat pemimpin redaksi surat kabar di Riau.
Dalam kesempatan itu, Afni juga mengingatkan besarnya kontribusi historis Kabupaten Siak terhadap Republik Indonesia. Ia menyinggung peran Kerajaan Siak Sri Indrapura serta Sultan Syarif Kasim II yang menyerahkan harta dan wilayahnya untuk mendukung perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Catatan Dahlan tersebut menjadi sorotan karena memperlihatkan secara terbuka kegelisahan pemerintah daerah terhadap keterlambatan penyaluran dana bagi hasil yang menjadi salah satu sumber pendapatan utama daerah penghasil.
DPRD Kampar Soroti LKPj 2025, Beri Catatan Strategis untuk Perbaikan Kinerja Pemda
Soroti Pemberitaan Media, Kader NasDem Lakukan Aksi Damai di Kantor PWI Riau
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran nasional, Dahlan menilai bukan hanya kepala daerah yang menghadapi masa sulit, tetapi juga pemerintah pusat yang harus membagi prioritas pembiayaan berbagai program strategis nasional. Namun demikian, tuntutan daerah agar hak mereka segera dibayarkan tetap menjadi perhatian penting dalam menjaga keberlangsungan pembangunan daerah. *