Kehadiran koperasi dirancang sebagai agregator utama ekonomi pedesaan dengan tata kelola niaga melalui sistem digitalisasi.
Fokus utama Koperasi Merah Putih adalah memotong rantai distribusi yang panjang agar masyarakat dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Sebelumnya program Kopdes Merah Putih mendapat kritik tajam yang dinilai rawan penyelewengan dan tumpang tindih dengan BUMDes serta melemahkan otonomi desa karena alokasi anggaran yang dinilai dipaksakan.
Utang RI Nyaris Rp10.000 Triliun, Kemenkeu: Indonesia Masih Jauh dari Lampu Merah
Jembatan Merah Putih di Desa Gobah, Dorong infrastruktur dan Buka Akses Ekonomi Daerah
Kritik tajam salah satunya muncul dari Barisan Oposisi Indonesia yang menyoroti berbagai program pemerintahan Prabowo Subianto.
Namun fakta dilapangan bicara lain, keberhasilan pemerintah dalam mengelola pertumbuhan Kopdes Merah Putih menjadi bukti sahih bahwa pemerintah memiliki komitmen kuat dalam meningkatkan ekonomi desa melalui Kopdes Merah Putih, seperti halnya di daerah Jawa Timur.