PEKANBARU – Suasana haru menyelimuti Sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Riau di Jalan Arifin Ahmad, Jumat (24/4/2026), saat keluarga besar PWI menggelar tahlil hari ketujuh wafatnya Zulmansyah Sekedang. Doa bersama itu menjadi momentum mengenang jasa, pengabdian, dan keteladanan almarhum di dunia pers.
Lantunan tahlil dan doa menggema dari para wartawan senior, pengurus, anggota, serta keluarga besar PWI yang hadir. Kebersamaan itu menjadi bentuk penghormatan terakhir bagi sosok yang dikenal memiliki dedikasi tinggi terhadap profesi wartawan dan organisasi.
Ketua PWI Riau Raja Isyam Azwar tampak menahan haru saat menyampaikan kenangannya terhadap almarhum. Dengan suara bergetar, ia menyebut Zulmansyah bukan hanya rekan seprofesi, tetapi juga sahabat seperjuangan sejak awal meniti karier jurnalistik.
Anggaran MBG 2026 Dikurangi, Program Makan Gratis Hanya Berjalan Lima Hari
Pencarian Dua Hari Berakhir Duka, Rahmadani Ditemukan Tersangkut di Kerambah
“Beliau bukan hanya kolega, tapi sahabat dekat. Kami tumbuh bersama di dunia jurnalistik. Sosok pekerja keras, penuh dedikasi, dan selalu memikirkan organisasi,” ujarnya.
Menurut Raja Isyam, almarhum merupakan figur yang tak pernah lelah memperjuangkan marwah pers serta menjaga solidaritas antarwartawan.
Suasana semakin emosional ketika Anggota Dewan Kehormatan (DK) PWI Pusat Helmi Burman menyampaikan kenangannya. Ia mengaku memiliki hubungan kerja yang panjang dengan almarhum.
PWI Riau Akan Rayakan Hari Pers dengan Rangkaian Olahraga Persahabatan
Bupati Kampar Dorong Perempuan Inspiratif Melalui Seminar Hari Kartini
“Beliau pekerja keras. Saya pernah menjadi pimpinannya di salah satu media. Hampir setiap hari kami berkomunikasi,” katanya.
Helmi yang juga pernah menjabat Ketua PWI Riau menilai Zulmansyah memiliki komitmen kuat terhadap organisasi dan profesi kewartawanan.
“Sejak beliau menjadi Sekjen, saya melihat bagaimana totalitasnya untuk PWI. Dia bukan hanya bekerja, tapi benar-benar berjuang untuk organisasi. Sosok seperti ini sulit tergantikan,” ujarnya.
Kabar duka menyelimuti Dunia Pers Nasional, Sekjend PWI Pusat H Zulmansyah Sekedang Wafat Dini Hari Tadi
Aghi Ayo Onam, Harmoni Tradisi dan Kebersamaan yang Terus Hidup di Bangkinang
Ketua Dewan Kehormatan PWI Riau Zufra Irwan mengenang almarhum sebagai pribadi multi talenta yang menjunjung tinggi integritas.
“Saya mengenal beliau sejak 1997. Tidak pernah ada hal negatif dari beliau. Integritasnya luar biasa,” ungkap Zufra.
Sementara itu, anggota DK PWI Riau Zulkani mengusulkan agar nama almarhum diabadikan sebagai bentuk penghormatan.
“Saya usul ruang rapat wartawan PWI Riau diberi nama Zulmansyah,” katanya.
Serikat Pekerja BSP Gelar Sharing Knowledge PKB, Hadirkan Wijatmoko Sebagai Narasumber
Ketua DPRD Kampar Ahmad Taridi Pimpin Paripurna Peringatan Hari Jadi ke-76 Kabupaten Kampar
Kenangan juga disampaikan wartawan senior Luna yang pernah bekerja bersama almarhum di salah satu media. Ia menyebut Zulmansyah sebagai pribadi hangat dan penuh semangat dalam bekerja.
Duka mendalam turut dirasakan staf sekretariat PWI Riau. Mereka menilai almarhum bukan sekadar pimpinan, tetapi telah seperti orang tua sendiri.
“Beliau sangat dekat dengan kami,” ujar salah seorang staf, Tiwi.
Emas Antam Menggila! Harga Resmi Tembus Rp3,1 Juta per Gram, Sehari Naik Rp165 Ribu
Cuci di Sungai Sore Hari, Nenek 65 Tahun di Inhil Diterkam Buaya 3 Meter
Wartawan senior Muhammad Amin menilai almarhum memiliki kelebihan sebagai jurnalis yang piawai membangun relasi dan menulis dengan baik.
“Beliau pandai menjaga narasumber dan menuliskannya dengan baik. Bahkan bukan sekadar wartawan, tapi juga sastrawan,” ujarnya.
Kepergian Zulmansyah Sekedang menjadi kehilangan besar bagi insan pers, khususnya keluarga besar PWI di seluruh Indonesia.
Zulmansyah Sekedang merupakan wartawan kelahiran Aceh Tenggara yang menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PWI Pusat masa bakti 2025–2030. Sebelumnya, ia juga pernah memimpin PWI Riau selama dua periode, yakni 2017–2022 dan 2022–2027.
BMKG Prakirakan, Hari Ini Hujan Mengguyar Sebagian Wilayah Riau
SLB Pembina Pekanbaru Meriahkan Peringatan Hari Disabilitas Internasional 2025
Almarhum wafat pada Sabtu (18/4/2026) pukul 00.05 WIB di RS Budi Kemuliaan, Jakarta, akibat serangan jantung.*