HOME / Pelalawan

Penanganan Banjir, Bupati Pelalawan Tegaskan Akan Prioritas Penataan Sungai Kerinci

Selasa, 24 Februari 2026 | 19:44:00 WIB
Editor : Rinalti Oesman | Penulis : A Rafles
Penanganan Banjir, Bupati Pelalawan Tegaskan Akan Prioritas Penataan Sungai Kerinci - Pekanbaruexpress
Bupati Pelalawan Zukri saat memimpin rapat koordinasi pembahasan penanganan banjir Sungai Kampar di Ruang Rapat Bupati Pelalawan, Selasa (24/2/2025). Foto: A Rafles

PELALAWAN– Bupati Pelalawan, Zukri Bupati Zukri menegaskan bahwa intensitas banjir di wilayah Kabupaten Pelalawan dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren peningkatan yang signifikan. Jika sebelumnya banjir hanya berdampak pada kawasan pesisir di sepanjang Sungai Kampar, kini genangan air telah merambah hingga ke wilayah perkotaan, termasuk kawasan strategis di Pangkalan Kerinci.

Hal ini diungkapkan Bupati Pelalawan saat memimpin rapat koordinasi pembahasan penanganan banjir Sungai Kampar di Ruang Rapat Bupati Pelalawan, Selasa (24/2/2025). Rapat tersebut turut dihadiri Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera III, Daniel, ST., MT beserta jajaran, sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta unsur teknis terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pelalawan.

Menurutnya, kondisi tersebut dipicu oleh beberapa faktor, di antaranya tingginya curah hujan, sedimentasi sungai yang semakin parah, penyempitan alur sungai akibat aktivitas di bantaran, serta kiriman air dari daerah hulu. Situasi ini diperparah dengan menurunnya daya tampung sungai sehingga air meluap dan menggenangi permukiman warga.

Baca :

“Penanganan banjir ini tidak bisa lagi bersifat parsial. Kita membutuhkan langkah komprehensif dan terintegrasi, mulai dari hulu hingga hilir. Koordinasi dengan BWS Sumatera III sangat penting karena Sungai Kampar merupakan kewenangan pusat,” tegas Bupati.

Dalam rapat tersebut, Pemkab Pelalawan menyampaikan rencana prioritas penataan Sungai Kerinci yang selama ini menjadi outlet utama banjir di Kota Pangkalan Kerinci. Penyempitan badan sungai dan tingginya sedimentasi dinilai sebagai faktor dominan yang menyebabkan air cepat meluap saat debit meningkat.

Adapun langkah-langkah yang direncanakan meliputi pelebaran dan normalisasi sungai, pembangunan tanggul di sisi kiri dan kanan, penghijauan bantaran sungai, serta pembangunan pintu air guna mengendalikan dan menjaga stabilitas debit air.

Baca :

Tak hanya berorientasi pada penanggulangan banjir, kawasan tersebut juga dirancang menjadi ruang terbuka hijau dan kawasan wisata air. Pemerintah daerah berencana membangun jogging track di sepanjang bantaran sungai sebagai bagian dari penataan kota yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

“Kita ingin penanganan banjir ini sekaligus menjadi momentum penataan wajah kota. Sungai tidak lagi menjadi ancaman, tetapi menjadi aset daerah yang memberi nilai tambah,” ujarnya.

Penguatan Regulasi dan Peran Masyarakat

Baca :

Selain penanganan fisik, Pemkab Pelalawan juga tengah menyiapkan regulasi berupa Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Bupati (Perbup) terkait kewajiban penanaman pohon bagi pemilik lahan, khususnya perkebunan sawit yang berada di sepanjang daerah aliran sungai (DAS).

Kebijakan tersebut diharapkan dapat menekan abrasi, memperkuat struktur tanah di bantaran sungai, serta mengurangi risiko banjir akibat berkurangnya daya serap air. Bupati menekankan bahwa upaya mitigasi bencana harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk sektor swasta dan masyarakat.

Bupati Zukri juga berharap dukungan penuh dari pemerintah pusat melalui BWS Sumatera III, khususnya dalam bentuk kajian teknis dan perencanaan komprehensif terhadap Sungai Kampar beserta kawasan strategis lainnya. Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Pulau Mendol di Kecamatan Kuala Kampar, yang merupakan sentra swasembada pangan Kabupaten Pelalawan dan rawan terdampak banjir rob maupun luapan sungai.

Baca :

“Kami berharap ada kajian menyeluruh agar solusi yang diambil benar-benar tepat sasaran dan berkelanjutan. Penanganan Sungai Kampar ini menyangkut keselamatan masyarakat dan masa depan pembangunan Pelalawan,” pungkasnya.

Rapat koordinasi tersebut diakhiri dengan komitmen bersama untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam upaya pengendalian banjir, guna meminimalkan dampak terhadap masyarakat serta menjaga stabilitas pembangunan di Kabupaten Pelalawan.*


Pilihan Editor
Berita Lainnya
nusantara
Prabowo Copot Dadan Hindayana, Begini Respons Mantan Kepala BGN
Rabu, 3 Juni 2026 | 08:32:35 WIB
pasar
Mulai Besok, Ekspor Batubara Wajib Lapor ke Danantara
Minggu, 31 Mei 2026 | 19:55:18 WIB
Pasar
Wajah

Artikel Popular
politikus
Jazuli: Nilai Undang Undang Pemilu Perlu Revisi
Jazuli: Nilai Undang Undang Pemilu Perlu...
Jumat, 3 Januari 2025 | 16:30:00 WIB
Politik
Riau dan Gagalnya Mimpi Wisata
Riau dan Gagalnya Mimpi Wisata
Senin, 5 Mei 2025 | 11:59:34 WIB
Tradisi Unik yang Penuh Makna dan Keseruan
Tradisi Unik yang Penuh Makna dan Keseruan
Minggu, 16 Maret 2025 | 10:04:32 WIB
Bali Destinasi Wisata Nomor Satu di Asia-Pasifik
Bali Destinasi Wisata Nomor Satu di Asia-Pasifik
Kamis, 13 Maret 2025 | 11:56:04 WIB