|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Putrajaya
Pekanbaru — Bertempat di Apron Base Ops Lanud Roesmin Nurjadin, Rabu (7/1/2026), TNI Angkatan Udara menggelar Upacara Tradisi Pelepasan Pesawat Hawk 109/209 dari Skadron Udara 12 Wing Udara 3.1 Group Tempur di Lanud Roesmin Nurjadin menuju Skadron Udara 1 Wing Udara 3.1 Group Tempur di Lanud Supadio, Pontianak. Upacara dipimpin Panglima Komando Operasi Angkatan Udara (Pangkoopsau) Marsda TNI Djoko Hadipurwanto, S.E., M.M., selaku Inspektur Upacara, dengan Komandan Upacara Kasihar Skadud 12 Mayor Tek Arifendi Subnafeu.
Tradisi ini diikuti Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Abdul Haris, M.M.Pol., M.M.O.A.S., para pejabat Koopsau, Danwing Udara 3.1 Tempur, para kepala dinas, komandan satuan, serta seluruh perwira, bintara, dan tamtama Skadron Udara 12. Rangkaian upacara berlangsung khidmat, diawali laporan Perwira Upacara, penghormatan pasukan, penandatanganan, hingga penyerahan dokumen pesawat sebagai tanda resmi alih satuan. Suasana haru tampak terasa dari keluarga besar Lanud Roesmin Nurjadin yang melepas pesawat yang telah lama menjadi bagian penting dalam tugas satuan.
Dalam amanatnya, Pangkoopsau menegaskan bahwa pelepasan pesawat bukan sekadar prosesi seremonial, melainkan bentuk penghormatan terhadap alutsista yang telah mengabdi sekaligus simbol estafet tugas antar satuan. Pesawat Hawk 109/209, ujar Pangkoopsau, memiliki peran besar dalam perjalanan tugas Skadron Udara 12, baik terkait kesiapsiagaan pertahanan udara maupun pembinaan kemampuan tempur penerbang. Jejak pengabdiannya di Bumi Lancang Kuning akan tetap tercatat dalam sejarah satuan.
Jejak Kontroversi Lingkungan dan Sejarah Kepemilikan Toba Pulp Lestari
Bjorka Intelligence Brief: Jejak Sang Hacker yang Tak Pernah Usai
Pangkoopsau juga menyampaikan bahwa di balik setiap jam terbang pesawat tersebut terdapat kerja tanpa pamrih para penerbang, teknisi, dan seluruh personel pendukung yang menjaga keselamatan terbang dan kerja. Pemindahan Hawk 109/209 ke Skadron Udara 1 Wing Udara 3.1 Group Tempur di Lanud Supadio Pontianak diharapkan dapat semakin memperkuat kesiapan operasional satuan penerima dalam menjaga wilayah udara nasional, khususnya di kawasan Bumi Khatulistiwa, seiring pengelolaan kekuatan udara yang adaptif dan berkelanjutan.
Sementara itu, Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Abdul Haris menyampaikan bahwa pelepasan Hawk 109/209 menjadi momen penuh makna bagi keluarga besar Lanud Roesmin Nurjadin. Ia mengungkapkan rasa haru dan bangga saat melepas pesawat yang telah mencatat perjalanan pengabdian panjang di Bumi Lancang Kuning. Ke depan, Skadron Udara 12 direncanakan akan diperkuat dengan kedatangan pesawat tempur Rafale pada akhir Januari 2026 sebagai bagian modernisasi alutsista untuk meningkatkan daya tangkal dan kesiapsiagaan TNI Angkatan Udara. *