Agus juga menekankan bahwa keberadaan SPPG turut menggerakkan rantai pasok pangan. Petani, peternak, nelayan, dan UMKM bisa menjual hasil produksi mereka ke Koperasi Merah Putih, lalu dipasok ke SPPG untuk diolah menjadi makanan sehat.
“Dengan begitu, program ini bukan hanya meningkatkan gizi anak, tapi juga mendukung ekonomi desa,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala SPPG 1 TNI AU Adi Soemarmo, Rifky Sheva, menegaskan pihaknya menerapkan quality control ketat. Bahan baku yang datang langsung dimasak tanpa penyimpanan lama.
RAPP Tegaskan Komitmen Cegah Karhutla Jelang Musim Kemarau di Pelalawan
Satresnarkoba Polres Pelalawan Gelar Sosialisasi Cegah Tangkal Penyalahgunaan Narkoba
“Sayur dan daging datang dini hari. Untuk daging ayam, kami langsung ambil dari rumah potong dan dikirim jam 12 malam. Jadi bahan selalu segar,” kata Rifky.
Saat ini, SPPG tersebut mampu memproduksi 3.728 porsi makanan per hari, dengan pengiriman empat hari dalam seminggu. Ke depan, layanan akan ditingkatkan menjadi enam hari.