SIAK SRI INDRAPURA – Bupati Siak Dr Afni Z, MSi mengusulkan pembangunan waduk di kawasan sentra pertanian kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Menurutnya, waduk adalah solusi jangka panjang untuk mengembangkan sektor pertanian di Negeri Istana.
Dikatakan, hingga saat ini petani Siak selalu dihantui dengan ancaman kekeringan dan gagal panen, saat musim kemarau tiba. Hal ini terjadi karena minimnya pasokan air ke areal persawahan saat musim kemarau.
Hal itu disampaikannya secara langsung, saat menyambut kunjungan kerja Mentan Amran Sulaiman di Kampung Sungai Tengah, Kecamatan Sabak Auh, Rabu (23/7/2025).
Sambut 1 Muharram 1448 H, Bupati Siak Ajak Pelajar Ramaikan Masjid dan Gerakan Magrib Mengaji
Bupati Ahmad Yuzar Lantik Pimpinan BAZNAS Kampar Periode 2026-2031
Menurutnya, kondisi itu juga terjadi di kawasan yang merupakan sentra pertanian di Kabupaten Siak, seperti Kecamatan Sabak Auh dan Bungaraya.
“Setiap kemarau datang, petani kami selalu was-was. Air irigasi tidak mencukupi dan dampaknya produksi padi bisa turun drastis. Karena itu kami usulkan ke Pak Menteri agar dibangun waduk sebagai solusi jangka panjang,” ujar Afni.
Ditambahkannya, selama ini parq petani hanya mengandalkan saluran air primer dan sekunder yang kondisinya bergantung pada cuaca. Akibatnya, saat curah hujan rendah, lahan pertanian seluas ratusan hektare menjadi kering dan terancam gagal panen.
Perbaikan Infrastruktur Jalan Jadi Perhatian Pemda Kampar
BSP Siap Dukung Normalisasi Kanal untuk Penanganan Banjir di Jalur Siak–Buton
Sebenarnya, ada sumber air lainnya yakni air alam dari kawasan Suaka Margasatwa. Giam Siak Kecil. Namun pasokan air dari sektor ini mengalami kendala, karena airnya dibendung PT Balai Kayang Mandiri (BKM). Akibatnya, air tidak bisa mengalir dengan lancar ke areal persawahan milim masyarakat.
“Kalau ada waduk, air bisa ditampung saat musim hujan dan dimanfaatkan saat kemarau. Ini akan sangat membantu petani, menjaga keberlanjutan produksi, dan meningkatkan ketahanan pangan daerah,” jelasnya.
Segera Dirinci
Robi Junipa Terpilih Pimpin BSP, Bupati Siak Sebut Keputusan Berdasarkan Proses Transparan dan Profesional
Bersama SKK Migas dan BPKP, Penentuan Direktur BSP Kini di Tangan Bupati Siak
Usulan itu mendapat respons positif dari Mentan Amran Sulaiman. Bahkan, Mentan langsung meminta penjelasan teknis dari Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) terkait rencana pembangunan waduk di dua kecamatan tersebut.
“BWSS, tolong dirinci berapa biaya pembuatan waduk dan bagaimana teknisnya. Air merupakan kunci utama keberhasilan sektor pertanian, jadi tolong dikondisikan pembuatan waduk ini,” tegas Mentan.
Menurut Amran, usul pembangunan waduk itu sangat relevan dengan tantangan pertanian saat ini, terutama dalam menghadapi perubahan iklim dan ketidakpastian cuaca.
“Pertanian butuh air. Tanpa air, semua upaya tidak akan maksimal. Usulan ini sangat tepat, dan kita akan dorong agar segera dikaji dan direalisasikan,” kata Mentan.
Bupati Siak Jajaki Pendirian UNU Pertama di Riau dan Sekolah Rakyat di Mempura
Komitmen PT BSP, Perbaiki Gorong-gorong Rusak untuk Atasi Banjir di Sabah Auh
Saat meninjau lahan pertanian dan kondisi irigasi, Mentan menyempatkan diri berdialog dan mendengarkan aspirasi langsung dari para petani. Ditegaskannya, pemerintah pusat komit dalam mendukung program pertanian berkelanjutan di daerah-daerah sentra pangan seperti Siak. *